{"id":15334,"date":"2026-08-03T16:52:47","date_gmt":"2026-08-03T09:52:47","guid":{"rendered":"https:\/\/sci-ui.id\/?p=15334"},"modified":"2026-08-08T16:58:34","modified_gmt":"2026-08-08T09:58:34","slug":"riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/","title":{"rendered":"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad"},"content":{"rendered":"<p>Depok, 3 Agustus 2026 \u2013 Peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengembangkan model prediksi penurunan tanah (<em>land subsidence<\/em>) di kawasan pesisir utara Jawa Tengah hingga 100 tahun ke depan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar ilmiah dalam mendukung kebijakan mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian mencakup wilayah pesisir Pekalongan, Kendal, Semarang, dan Demak. Pengambilan data lapangan dilaksanakan pada 9\u201317 Juli 2026 menggunakan teknologi fotogrametri,&nbsp;<em>Light Detection and Ranging<\/em>&nbsp;(LiDAR), serta&nbsp;<em>Global Navigation Satellite System<\/em>&nbsp;(GNSS) untuk memperoleh data topografi dan deformasi permukaan tanah beresolusi tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Data yang dikumpulkan akan digunakan sebagai data validasi dalam pengembangan model penurunan tanah. Integrasi ketiga teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi proyeksi perubahan elevasi permukaan tanah sehingga memberikan gambaran kondisi kawasan pesisir utara Jawa Tengah hingga satu abad mendatang.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"576\" src=\"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-826.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15336\" srcset=\"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-826.jpg 768w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-826-300x225.jpg 300w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-826-16x12.jpg 16w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-826-600x450.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu peneliti yang terlibat dalam kolaborasi ini, Ir. Twin Hosea W. Kristyanto, M.T. dari Program Studi Geologi FMIPA UI, berperan dalam menganalisis perubahan elevasi permukaan tanah melalui pengolahan data fotogrametri serta mengevaluasi laju penurunan tanah berdasarkan hasil pengukuran pada patok-patok pemantauan di setiap stasiun pengamatan. Integrasi kedua sumber data tersebut menjadi bagian penting dalam proses validasi model yang sedang dikembangkan sehingga proyeksi perubahan elevasi hingga 100 tahun mendatang dapat disusun dengan tingkat keandalan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Twin, penelitian ini tidak hanya berfokus pada pengukuran kondisi penurunan tanah saat ini, tetapi juga membangun model prediktif yang dapat menjadi dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan tata ruang, pembangunan infrastruktur, dan mitigasi bencana di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMelalui integrasi data GNSS, LiDAR, fotogrametri, dan pemodelan geospasial, kami mengembangkan proyeksi penurunan tanah hingga 100 tahun ke depan agar dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan,\u201d ujar Twin.<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menegaskan bahwa penelitian ini tidak bertujuan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat mengenai kemungkinan tenggelamnya pesisir utara Jawa Tengah. Sebaliknya, hasil penelitian diharapkan menjadi landasan ilmiah bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun langkah yang tepat dan mitigasi sejak dini.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKami ingin menyediakan informasi ilmiah yang dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-827.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15337\" srcset=\"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-827.jpg 768w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-827-225x300.jpg 225w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-827-9x12.jpg 9w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-827-600x800.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Selama survei lapangan, tim peneliti juga menyaksikan secara langsung dampak penurunan tanah terhadap kehidupan masyarakat. Di sejumlah lokasi, rumah-rumah tampak semakin rendah dibandingkan permukaan jalan akibat penurunan elevasi yang terus berlangsung, sementara sebagian warga masih memilih bertahan di kawasan tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cTemuan di lapangan menunjukkan bahwa edukasi mengenai risiko penurunan tanah dan pentingnya upaya adaptasi masih perlu terus diperkuat,\u201d kata Twin.<\/p>\n\n\n\n<p>Tim juga menemukan adanya pembangunan kawasan permukiman baru di salah satu lokasi penelitian yang berada di sekitar wilayah dengan indikasi penurunan tanah cukup signifikan. Menurut Twin, temuan tersebut menegaskan pentingnya pemanfaatan hasil kajian ilmiah sebagai salah satu pertimbangan dalam perencanaan pembangunan agar aspek keselamatan, keberlanjutan, dan risiko jangka panjang dapat diantisipasi sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, Twin menyoroti pentingnya menjaga patok-patok pemantauan milik Badan Geologi yang menjadi acuan pengamatan deformasi tanah secara berkelanjutan. Selama survei, tim menemukan beberapa patok berada di tengah bangunan baru atau sulit diakses karena tertutup pagar yang mengalami kerusakan.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKeberlangsungan data jangka panjang sangat bergantung pada terjaganya patok-patok pemantauan. Dukungan pemerintah daerah dan masyarakat diperlukan agar titik-titik pengukuran tetap dapat diakses,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-828.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15338\" srcset=\"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-828.jpg 768w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-828-225x300.jpg 225w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-828-9x12.jpg 9w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-828-600x800.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Ketua tim peneliti, Dr. Anjar T. Laksono, menambahkan bahwa hasil pengukuran lapangan menunjukkan laju penurunan tanah di wilayah penelitian berkisar antara 2\u201312 sentimeter per tahun. Penurunan terbesar terjadi di Sayung, Demak, dan Semarang Utara.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cBerdasarkan data patok pengukuran Badan Geologi, laju penurunan tanah di wilayah penelitian berkisar antara 2\u201312 sentimeter per tahun. Penurunan terbesar terjadi di Sayung, Demak, dan Semarang Utara, bahkan sejumlah patok pengukuran di Demak Utara kini sudah tergenang banjir rob,\u201d ujar Anjar.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengembangan model prediksi yang mampu menggambarkan dinamika penurunan tanah secara lebih akurat dalam jangka panjang.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMelalui integrasi data GNSS, LiDAR, dan fotogrametri, kami berharap dapat menghasilkan model penurunan tanah dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi untuk memproyeksikan kondisi pesisir utara Jawa Tengah hingga 100 tahun ke depan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-829.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-15339\" srcset=\"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-829.jpg 768w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-829-225x300.jpg 225w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-829-9x12.jpg 9w, https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-829-600x800.jpg 600w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Selain FMIPA UI, penelitian ini melibatkan peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Padjadjaran, serta Badan Geologi Kementerian ESDM. Kolaborasi lintas institusi tersebut menggabungkan keahlian di bidang geodesi, geologi, dan teknologi geospasial guna menghasilkan model prediksi penurunan tanah yang lebih komprehensif.<\/p>\n\n\n\n<p>Penelitian ini didanai oleh Kementerian Riset, Inovasi, dan Pendidikan Tinggi melalui Skema Hibah Penelitian Dosen Tahun 2026. Hasil penelitian diharapkan menjadi rujukan ilmiah sekaligus dasar pertimbangan bagi pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan mitigasi penurunan tanah, penataan ruang, pembangunan infrastruktur, serta strategi adaptasi kawasan pesisir terhadap dampak perubahan lingkungan.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Depok, 3 Agustus 2026 \u2013 Peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengembangkan model prediksi penurunan tanah (land subsidence) di kawasan pesisir utara Jawa Tengah hingga 100 tahun ke depan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":12,"featured_media":15335,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-15334","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"blocksy_meta":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad - FMIPA<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sci-ui.id\/en\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_GB\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad - FMIPA\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Depok, 3 Agustus 2026 \u2013 Peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengembangkan model prediksi penurunan tanah (land subsidence) di kawasan pesisir utara Jawa Tengah hingga 100 tahun ke depan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sci-ui.id\/en\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"FMIPA\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-03T09:52:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-08T09:58:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-825.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"768\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"593\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"HUMAS FMIPA UI\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"HUMAS FMIPA UI\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimated reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"HUMAS FMIPA UI\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/eef7e3d947060f952b5775e7a949cd02\"},\"headline\":\"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad\",\"datePublished\":\"2026-08-03T09:52:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-08T09:58:34+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/\"},\"wordCount\":744,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/sci-825.jpg\",\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/\",\"name\":\"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad - FMIPA\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/sci-825.jpg\",\"datePublished\":\"2026-08-03T09:52:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-08T09:58:34+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/sci-825.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/08\\\/sci-825.jpg\",\"width\":768,\"height\":593},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/\",\"name\":\"FMIPA\",\"description\":\"Universitas Indonesia\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/#organization\",\"name\":\"FMIPA Universitas Indonesia\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo-FMIPA-UI.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/Logo-FMIPA-UI.png\",\"width\":7667,\"height\":3517,\"caption\":\"FMIPA Universitas Indonesia\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/sci-ui.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/eef7e3d947060f952b5775e7a949cd02\",\"name\":\"HUMAS FMIPA UI\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b4472fc8d41d9491ba96446fe78d655100bc97636f386823910d379672f15656?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b4472fc8d41d9491ba96446fe78d655100bc97636f386823910d379672f15656?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/b4472fc8d41d9491ba96446fe78d655100bc97636f386823910d379672f15656?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"HUMAS FMIPA UI\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad - FMIPA","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/","og_locale":"en_GB","og_type":"article","og_title":"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad - FMIPA","og_description":"Depok, 3 Agustus 2026 \u2013 Peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berkolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi dan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengembangkan model prediksi penurunan tanah (land subsidence) di kawasan pesisir utara Jawa Tengah hingga 100 tahun ke depan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar [&hellip;]","og_url":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/","og_site_name":"FMIPA","article_published_time":"2026-08-03T09:52:47+00:00","article_modified_time":"2026-08-08T09:58:34+00:00","og_image":[{"width":768,"height":593,"url":"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-825.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"HUMAS FMIPA UI","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"HUMAS FMIPA UI","Estimated reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/"},"author":{"name":"HUMAS FMIPA UI","@id":"https:\/\/sci-ui.id\/#\/schema\/person\/eef7e3d947060f952b5775e7a949cd02"},"headline":"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad","datePublished":"2026-08-03T09:52:47+00:00","dateModified":"2026-08-08T09:58:34+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/"},"wordCount":744,"publisher":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-825.jpg","articleSection":["Berita"],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/","url":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/","name":"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad - FMIPA","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-825.jpg","datePublished":"2026-08-03T09:52:47+00:00","dateModified":"2026-08-08T09:58:34+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/#primaryimage","url":"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-825.jpg","contentUrl":"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/sci-825.jpg","width":768,"height":593},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sci-ui.id\/riset-peneliti-fmipa-ui-hadirkan-model-prediksi-penurunan-tanah-pesisir-utara-jawa-hingga-satu-abad\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/sci-ui.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Riset Peneliti FMIPA UI Hadirkan Model Prediksi Penurunan Tanah Pesisir Utara Jawa hingga Satu Abad"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sci-ui.id\/#website","url":"https:\/\/sci-ui.id\/","name":"FMIPA","description":"Universitas Indonesia","publisher":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sci-ui.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/sci-ui.id\/#organization","name":"FMIPA Universitas Indonesia","url":"https:\/\/sci-ui.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/sci-ui.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo-FMIPA-UI.png","contentUrl":"https:\/\/sci-ui.id\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Logo-FMIPA-UI.png","width":7667,"height":3517,"caption":"FMIPA Universitas Indonesia"},"image":{"@id":"https:\/\/sci-ui.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sci-ui.id\/#\/schema\/person\/eef7e3d947060f952b5775e7a949cd02","name":"HUMAS FMIPA UI","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b4472fc8d41d9491ba96446fe78d655100bc97636f386823910d379672f15656?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b4472fc8d41d9491ba96446fe78d655100bc97636f386823910d379672f15656?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b4472fc8d41d9491ba96446fe78d655100bc97636f386823910d379672f15656?s=96&d=mm&r=g","caption":"HUMAS FMIPA UI"}}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15334","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/12"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=15334"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15334\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":15340,"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/15334\/revisions\/15340"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/15335"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=15334"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=15334"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sci-ui.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=15334"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}