Seminar FMIPA UI Tekankan Pentingnya Integrasi Data untuk Kurangi Risiko Eksplorasi

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi global dan kompleksitas pencarian sumber daya baru, keilmuan geosains—khususnya dalam eksplorasi minyak dan gas bumi—menjadi semakin penting. Proses eksplorasi tidak hanya menuntut ketelitian ilmiah, tetapi juga kemampuan meminimalkan risiko agar investasi yang dilakukan dapat menghasilkan temuan yang optimal. Dalam konteks inilah konsep de-risking exploration menjadi salah satu pendekatan kunci yang terus dikembangkan di industri migas.

Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menggelar seminar mingguan bertajuk UI Geoscience Seminar x STARBORN MENGAJAR 2026 dengan tema “De-Risking Exploration: From Lead to Drillable Prospect”. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 13 April 2026 ini diselenggarakan di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy FMIPA UI dan dihadiri mahasiswa program studi geologi dan geofisika.

Seminar menghadirkan Achmad Andi Kaswandi, M.T., Exploration Geophysicist dari PT Saka Energi Indonesia, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan tahapan eksplorasi migas mulai dari skala regional hingga siap pengeboran, termasuk konsep petroleum system dan tahapan exploration triangle seperti basin, play, lead, hingga prospect.

“De-risking exploration pada dasarnya adalah bagaimana kita mengurangi ketidakpastian di setiap tahapan eksplorasi, sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih terukur dan berbasis data,” ujar Achmad dalam sesi pemaparannya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi data geologi dan geofisika dalam meningkatkan peluang keberhasilan eksplorasi. Menurutnya, kombinasi kedua pendekatan tersebut memungkinkan interpretasi bawah permukaan yang lebih komprehensif.

Untuk meningkatkan pemahaman peserta, sesi seminar diselingi dengan kuis interaktif yang mengajak mahasiswa mengidentifikasi komponen dalam petroleum system berdasarkan data seismik. Kegiatan ini disambut antusias oleh peserta karena memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif.

Pada bagian akhir, Achmad memaparkan tahap drillable prospect, yang mencakup perencanaan sumur (well planning), evaluasi keekonomian seperti EMV dan MEFS, serta pengambilan keputusan investasi atau Final Investment Decision (FID). Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri, mulai dari keterbatasan data hingga risiko ekonomi dan lingkungan.

“Ke depan, pemanfaatan teknologi seperti artificial intelligence dan integrasi data akan menjadi kunci dalam meningkatkan efisiensi sekaligus menekan risiko eksplorasi,” tambahnya. Ia menekankan bahwa hal tersebut menuntut kesiapan sumber daya manusia untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. “Karena itu, kita harus mulai membekali diri dengan kemampuan analisis data, pemahaman lintas disiplin, serta keterampilan menggunakan teknologi digital agar dapat bersaing dan berkontribusi dalam industri eksplorasi yang semakin kompleks,” ujarnya.

Sebagai penutup, mahasiswa mengikuti kuis interaktif yang diberikan narasumber untuk mengukur pemahaman materi yang telah disampaikan. Tiga peserta dengan nilai tertinggi memperoleh penghargaan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik eksplorasi migas sekaligus meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dinamika industri energi.

Bagikan ini:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Berita Lainnya