Peneliti FMIPA UI Wakili Indonesia di Forum Ilmuwan dan Peraih Nobel Dunia

Dosen Departemen Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Ferry Anggoro A. Nugroho, Ph.D., terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam ajang bergengsi 75th Lindau Nobel Laureate Meetings. Keikutsertaan ini menjadi bukti bahwa kiprah peneliti Indonesia semakin diperhitungkan di panggung sains global sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan para peraih Nobel dari berbagai negara.

Ferry menjelaskan bahwa proses seleksi untuk mengikuti forum tersebut berlangsung ketat dan berlapis. Ia terlebih dahulu direkomendasikan oleh fakultas, kemudian mengikuti seleksi nasional sebelum akhirnya disaring langsung oleh pihak penyelenggara Lindau.

“Prosesnya ada beberapa tahap. Dari seleksi nasional, terpilih 15 dosen untuk direkomendasikan ke Lindau, dan akhirnya saya menjadi salah satu dari tujuh delegasi Indonesia yang terpilih,” ujarnya.

Dalam bidang riset, Ferry menekuni materials science dengan fokus pada pengembangan material, khususnya material nano, yang memiliki potensi besar dalam berbagai aplikasi teknologi masa depan.

“Saya tertarik pada bagaimana material, terutama material nano, dapat dirancang untuk menghasilkan fungsi dan aplikasi baru, khususnya untuk energi bersih, sensor, dan fotonika,” jelasnya.

Pada forum Lindau, ia berencana mengangkat isu pemanfaatan material nano untuk mendukung produksi energi bersih, termasuk hidrogen, serta pemanfaatan material dalam mengolah limbah menjadi produk yang lebih aman dan bernilai.

“Saya ingin menunjukkan bahwa riset di Indonesia juga sejalan dengan tren global, terutama dalam pengembangan material untuk energi dan lingkungan,” katanya.

Ajang yang berlangsung pada 28 Juni hingga 3 Juli di Jerman ini menjadi kesempatan langka bagi Ferry untuk berinteraksi langsung dengan para peraih Nobel dan ilmuwan muda dunia.

“Selama ini kita hanya membaca karya mereka. Bisa berdialog langsung tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga, tidak hanya secara ilmiah tetapi juga secara personal,” ungkapnya.

Ia menilai, interaksi langsung dengan ilmuwan kelas dunia sangat penting bagi pengembangan karier peneliti muda, terutama dalam membangun pola pikir ilmiah dan menjaga rasa ingin tahu.

“Yang paling penting bukan hanya pengetahuan, tetapi bagaimana mereka berpikir, berinovasi, dan mempertahankan rasa ingin tahu dalam jangka panjang,” tambah Ferry.

Lebih jauh, ia berharap pengalaman ini dapat memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan lingkungan akademik di UI.

“Saya ingin membawa pulang bukan hanya pengalaman, tetapi juga jejaring dan wawasan yang bisa dibagikan kepada mahasiswa, sehingga mereka melihat bahwa kita adalah bagian dari komunitas sains global,” katanya.

Meski demikian, Ferry tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi peneliti di Indonesia, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga infrastruktur riset.

“Tantangan terbesar ada pada ekosistem riset, mulai dari pendanaan, fasilitas, hingga budaya akademik. Ini semua perlu diperkuat agar kita bisa bersaing secara konsisten,” tegasnya.

Menurutnya, peningkatan daya saing riset Indonesia memerlukan perubahan pola pikir bahwa riset adalah investasi jangka panjang, serta penguatan budaya kolaborasi dan integritas ilmiah.

“Hasil riset yang kuat tidak lahir secara instan. Dibutuhkan kesinambungan, ekosistem yang mendukung, dan orientasi pada kualitas,” pungkas Ferry.

Dekan FMIPA UI, Prof. Tito Latif Indra, M.Si., menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Ferry Anggoro A. Nugroho, Ph.D. sebagai delegasi Indonesia dalam 75th Lindau Nobel Laureate Meetings. Capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi fakultas, tetapi juga semakin menegaskan rekam jejak keunggulan FMIPA UI yang telah diakui melalui berbagai pemeringkatan internasional.

“Capaian ini menjadi kebanggaan bagi FMIPA UI sekaligus menegaskan rekam jejak keunggulan kami yang telah diakui secara internasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap keikutsertaan Ferry dapat membuka peluang kolaborasi riset yang lebih luas serta memperkuat jejaring akademik global yang dimiliki FMIPA UI. Prof. Tito juga menekankan pentingnya momentum ini untuk menginspirasi mahasiswa dan peneliti muda agar terus berani menargetkan standar tinggi dalam riset.

“Semoga ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan peneliti muda di FMIPA UI untuk terus berkarya, berinovasi, dan percaya bahwa mereka mampu berkontribusi di panggung sains global,” tutupnya.

Sebagai informasi, 75th Lindau Nobel Laureate Meetings (#LINO75 – Interdisciplinary) merupakan forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan sekitar 71 peraih Nobel dan lebih dari 600 ilmuwan muda dari berbagai negara. Kegiatan ini akan berlangsung pada 28 Juni hingga 3 Juli 2026 di Lindau, Jerman.

Edisi ke-75 ini menjadi ajang pertukaran gagasan lintas disiplin untuk membahas tantangan sains masa depan sekaligus memperkuat kolaborasi global. Visual resmi tahun ini menampilkan jaringan neuron hasil mikrograf fluoresensi yang melambangkan keterhubungan, dialog, dan lahirnya ide-ide baru dalam sains.

Bagikan ini:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Berita Lainnya