FMIPA UI Jajaki Kerja Sama Tripartit dengan SPPB UI dan FSSK Malaysia

Depok, 23 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) bersama Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (SPPB UI) menjajaki kerja sama dengan Fakultas Sains Sosial dan Kemanusiaan Universiti Kebangsaan Malaysia (FSSK UKM), Selasa (21/4). Pertemuan berlangsung di Gedung Departemen Geografi FMIPA UI, Depok.

Pertemuan yang dikemas dalam diskusi tripartit ini bertujuan memperkuat kolaborasi akademik lintas negara, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan mobilitas akademik.

Dari FMIPA UI, hadir guru besar dan dosen Departemen Geografi, yakni Prof. Dr. Rokhmatuloh, M.Eng., Dr. Triarko Nurlambang, Adi Wibowo, S.Si., M.Si., Ph.D., Jarot Mulyo Semedi, S.Si., M.Sc., Nurrokhmah Rizqihandari, S.Si., M.Si., Dr. Hayuning Anggrahita, S.Si. M.SM., serta Dr. Revi Hernina, S.Si., M.T.

Sementara itu, SPPB UI diwakili oleh Prof. Yon Machmudi, S.S., Ph.D. selaku Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, J. Ramadhan, Ph.D. sebagai Staf Khusus Bidang Internasionalisasi Pendidikan sekaligus dosen Kajian Wilayah Eropa, serta Nuraeni S.Si., M.Si. Adapun delegasi FSSK UKM diwakili oleh Prof. Dr. Kadaruddin Aiyub selaku Dekan dan Assoc. Prof. Dr. Ammar sebagai Deputy Dean (Postgraduate).

Dalam pertemuan tersebut, ketiga pihak menyepakati sejumlah poin kerja sama. Pertama, kerja sama joint supervisor dan examiner untuk program pascasarjana dapat dilakukan tanpa memerlukan nota kesepahaman (MoU).

Kedua, kolaborasi riset bersama akan dilaksanakan melalui skema kunjungan dosen dari UKM selama satu hingga dua minggu. Pada pekan pertama, dosen UKM akan berperan sebagai dosen tamu sesuai bidang keahlian, sedangkan pekan berikutnya difokuskan pada diskusi dan perencanaan riset bersama. Penelitian selanjutnya dilakukan di masing-masing negara dengan topik serupa, sementara pembiayaan ditanggung oleh institusi masing-masing. Hasil riset direncanakan dipublikasikan pada jurnal FSSK UKM yang terindeks Web of Science tanpa biaya article processing charge (APC). Skema ini juga dapat dijalankan tanpa MoU atau MoA.

Ketiga, untuk program pertukaran dan mobilitas mahasiswa, baik jenjang sarjana maupun pascasarjana, disepakati perlunya dasar kerja sama formal melalui MoU atau MoA.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring akademik regional serta mendorong kolaborasi strategis antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di bidang pendidikan tinggi dan penelitian berkelanjutan.

Bagikan ini:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Berita Lainnya