FMIPA UI Jalin Sinergi Lintas Sektor untuk Penguatan Riset Konservasi Alam Indonesia

Depok, 27 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menyampaikan komitmen untuk berperan aktif dalam mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati melalui penguatan kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat bersama Perhimpunan Biologi Indonesia (PBI) dan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Kegiatan deklarasi kolaborasi ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 dan berlangsung secara hybrid di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy FMIPA UI serta melalui platform Zoom, bertepatan dengan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April 2026.

Sebagai tuan rumah, FMIPA UI menjadi ruang strategis bertemunya akademisi, praktisi, pemerintah, dan organisasi profesi dalam membangun sinergi lintas sektor guna menjawab tantangan konservasi yang semakin kompleks.

Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum FMIPAUI, Prof. Dr. Ivandini Tribidasari Anggraningrum, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi ini mencerminkan peran aktif kampus dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan implementasi di lapangan.

“FMIPA UI memandang kolaborasi ini tidak hanya sebagai penguatan riset, tetapi juga sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat serta kontribusi akademik dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati secara in situ. Kampus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan Ketua Umum PBI periode 2025–2029, Prof. Dr. Dra. Luthfiralda Sjahfirdi, M, Biomed, yang merupakan Guru Besar Bidang Konservasi Departemen Biologi FMIPA UI. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran komunitas ilmiah dalam mendukung konservasi berbasis riset.

“Melalui jejaring keilmuan yang dimiliki, PBI bersama FMIPA UI memiliki posisi strategis dalam mengembangkan riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat serta pengelolaan kawasan konservasi,” tutur Prof. Luthfiralda.

Direktur Jenderal Konsevasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, menekankan bahwa kolaborasi dengan institusi akademik seperti FMIPA UI menjadi kunci dalam menghadirkan pengelolaan kawasan konservasi yang adaptif dan berbasis data ilmiah, terutama dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim dan degradasi habitat.

Sementara itu, Kepala Balai TNGHS, Didid Sulastiyo, S.Hut., M.Si, menyampaikan bahwa kemitraan dengan FMIPA UI dan PBI diharapkan dapat menghasilkan program-program berkelanjutan serta rekomendasi ilmiah yang mendukung kebijakan konservasi dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, FMIPA UI memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berkontribusi langsung terhadap pelestarian lingkungan. Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak juga diharapkan dapat menjadi laboratorium alam bagi sivitas akademika dalam mengembangkan riset yang aplikatif dan berdampak luas.

Momentum Hari Bumi 2026 dengan tema “Our Power, Our Planet” menjadi pengingat bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci dalam menjaga keberlanjutan bumi. FMIPA UI berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya kolaborasi strategis yang menghasilkan inovasi dan solusi nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Bagikan ini:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Berita Lainnya