Cegah Risiko Penyakit, Tim ILUNI FMIPA UI Turun Periksa Sumber Air Warga di Kabupaten Agam

Pasca-banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada November 2025, warga menghadapi kesulitan besar mendapatkan air bersih. Menanggapi kondisi darurat ini, Tim Ikatan Alumni (ILUNI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), di bawah koordinasi Dosen Departemen Biologi Dr. Retno Lestari, turun langsung memeriksa sumber air dan membangun sumur galian untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses air aman.

“Kegiatan pengecekan kualitas air ini penting untuk memetakan risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat. Temuan kami bisa menjadi dasar intervensi yang tepat agar air yang dikonsumsi aman,” ujar Dr. Retno.

Hasil Pengecekan: Mayoritas Air Belum Layak Konsumsi

Selama lima hari, 7–11 Februari 2026, tim memeriksa 20 titik sumber air di Kecamatan Maninjau, Matur, dan Palembayan. Hasilnya menunjukkan lebih dari 60% titik air tercemar bakteri Escherichia coli (E. coli), sedangkan seluruh sampel mengandung total koliform. Menurut standar Kementerian Kesehatan, air layak konsumsi harus bebas E. coli per 100 ml air, sehingga sebagian besar sumber air di wilayah ini masih berisiko bagi kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Hendri Rusdian, menyatakan pihaknya menyambut baik inisiatif tim FMIPA dari ILUNI UI yang membantu pengecekan kualitas air dan berharap data yang dikumpulkan dapat menjadi dasar perbaikan layanan kesehatan masyarakat.

“Kami Dinkes Agam menyambut baik kedatangan tim FMIPA dari ILUNI UI yang membantu melakukan pengecekan air bersih. Harapannya, data ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Agam.” kata dr. Hendri.

Edukasi dan Infrastruktur Air Bersih untuk Warga

Selain pengujian, tim juga menyosialisasikan pentingnya pengelolaan air yang aman melalui penyebaran brosur. Materi edukasi mencakup ciri air layak konsumsi, risiko penyakit akibat air tercemar, serta anjuran merebus air sebelum diminum.

Sebagai tindak lanjut, FMIPA UI bersama ILUNI UI membangun dua sumur galian di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih, termasuk di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Kepala Jorong setempat, Bapak Gusrinaldi, menjelaskan bahwa keberadaan sumur baru dan program edukasi membuat warga kini lebih mudah mendapatkan air bersih dan merasa lebih aman dalam menggunakannya sehari-hari.

“Sebelumnya, kami kekurangan sumber air bersih. Sekarang dengan adanya bantuan sumur baru dari Tim ILUNI FMIPA UI, kebutuhan akan sumber air bersih kami menjadi tercukupi.” ujarnya.

Ia menambahkan “Adanya pengecekan sumber air dan edukasi air bersih seperti ini juga membuat kami merasa aman saat menggunakannya sehari-hari.”

Sinergi Alumni dan Fakultas untuk Solusi Berkelanjutan

Program ini merupakan bagian dari bantuan ILUNI UI yang berkolaborasi dengan Gerakan Solidaritas 100 Musisi Heal Sumatera, serta didukung berbagai pihak, termasuk Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, BP BUMN, RANS, Visi, TSpace Media, WAG Artis Swara, dengan sponsor utama TRING Pegadaian.

Upaya Tim ILUNI FMIPA UI melalui pengecekan air, edukasi, dan pembangunan sumur galian menunjukkan bahwa kolaborasi nyata dapat meningkatkan akses air bersih sekaligus mencegah risiko penyakit. Langkah ini menjadi contoh penting bagaimana sinergi alumni, fakultas, dan masyarakat menghadirkan solusi berkelanjutan untuk kesejahteraan warga Kabupaten Agam.

Bagikan ini:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Berita Lainnya