|
Upaya pemulihan pasca bencana tidak hanya soal membangun kembali fisik lingkungan, tetapi juga menjaga kesehatan generasi muda. Menyikapi hal ini, tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UI) bersama tim Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) di bawah koordinasi Dosen Departemen Biologi Dr. Retno Lestari, M.Si., turun langsung ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk menggelar edukasi Pola Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) bagi anak-anak.
Bencana yang melanda Kabupaten Agam pada Rabu malam (26/11) berupa hujan lebat yang memicu banjir bandang dan longsor, dengan puncaknya terjadi Jumat dini hari (28/11). Banjir bandang membawa lumpur dan material kayu yang merusak permukiman, sementara 93 sekolah terdampak, termasuk 22 unit PAUD, 60 SD, dan 15 SMP. Di SD Negeri 05 Kayu Pasak, yang berlokasi dekat Hunian Sementara (Huntara) Kayu Pasak, tercatat 126 anak terdampak, terdiri dari 97 siswa SD dan 29 siswa TK.
Kegiatan edukasi PHBS ini dilaksanakan pada Kamis (12/02) di SD Negeri 05 Kayu Pasak, dihadiri hampir 50 siswa berbagai jenjang, yang didampingi orang tua. Tim relawan mengajak anak-anak belajar kebiasaan hidup bersih dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, seperti menyanyikan lagu “6 Langkah Cuci Tangan”, melatih fokus dengan permainan jumlah tepukan, mempraktekkan cara menggosok gigi, serta memperkenalkan buku fabel anak yang menarik. Selain itu, anak-anak juga diajak bermain olahraga seperti voli, sepak bola, dan basket.
“Anak-anak adalah harapan masa depan bangsa. Melalui edukasi PHBS ini, kami ingin menanamkan nilai hidup sehat dan bersih sejak dini, agar mereka tak hanya pulih secara fisik, tetapi juga tumbuh dengan semangat, tangguh, dan penuh harapan setelah melewati masa sulit,” ujar Dr. Retno.

Selain edukasi, tim relawan juga menyalurkan bantuan berupa buku bacaan sesuai jenjang SD, bola voli, basket, futsal, serta snack ringan untuk mendukung aktivitas belajar dan bermain. Anak-anak terlihat sangat bersemangat saat melihat buku dan sarana olahraga yang dibawa tim, bahkan berani maju ke depan saat menyanyikan lagu cuci tangan bersama.
Perjalanan tim relawan menuju lokasi juga menghadapi tantangan, karena akses jalan terhambat longsor akibat hujan deras dua hari sebelumnya. Meski demikian, semangat tim dan antusiasme anak-anak membuat kegiatan berjalan lancar.
“Anak-anak di sini memang masih membutuhkan edukasi tentang pola hidup bersih, seperti cara mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar. Selain itu, mereka juga perlu kegiatan untuk mengisi waktu luang, salah satunya lewat bermain dan berolahraga seperti voli”, tutur Kepala Jorong Kayu Pasak, Bapak Noh Fril Harman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program penyaluran bantuan ILUNI UI bertajuk “Pengiriman Bantuan 100 Musisi Heal Sumatera”, yang didukung oleh TRING Pegadaian, Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, BP BUMN, RANS, Visi, TSpace Media, WAG Artis Swara, serta berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam.
Melalui keterlibatan langsung Tim FMIPA UI dan ILUNI UI, diharapkan nilai-nilai hidup bersih dan sehat dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak dan masyarakat Kabupaten Agam, mendukung pemulihan pascabencana dari sisi fisik maupun kesehatan.
Bagikan ini:
Berita Lainnya



