FMIPA UI dan Satsiber TNI Jajaki Sinergi Penguatan Pertahanan Siber Nasional

Depok, 24 Februari 2026 — Perkembangan teknologi digital dan kompleksitas ancaman siber menuntut upaya inovatif untuk memperkuat pertahanan nasional. Tidak hanya soal perlindungan infrastruktur militer, tetapi juga kemampuan deteksi dini dan analisis strategis di ruang digital kini menjadi bagian penting dari keamanan negara.

Menanggapi tantangan tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menjajaki kerja sama dengan Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (Satsiber TNI). Pertemuan berlangsung di Pusat Administrasi FMIPA UI, Depok, Selasa (24/2/2026), dengan fokus pada peluang riset terapan, pengembangan teknologi pertahanan, dan pembinaan talenta sains untuk menghadapi isu nasional.

Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., menjelaskan bahwa FMIPA UI memiliki fondasi ilmiah yang kuat di bidang matematika, statistika, fisika, komputasi, dan analitik data. Keunggulan ini memungkinkan perguruan tinggi menghadirkan solusi konkret di ruang siber.

“Ruang siber modern menuntut analisis data, pemodelan matematis, dan teknologi komputasi yang terintegrasi. Kolaborasi dengan Satsiber TNI menjadi momentum penting untuk menghadirkan riset yang berdampak langsung bagi kedaulatan digital nasional,” ujar Prof. Tito.

Satsiber TNI, satuan di bawah Tentara Nasional Indonesia (TNI), mendukung tiga matra TNI melalui fungsi pertahanan siber, operasi siber, dan intelijen siber. Tugasnya mencakup perlindungan jaringan dan sistem informasi, pelaksanaan operasi siber, serta pemantauan ancaman digital yang dapat memengaruhi kedaulatan nasional.

Wakil Komandan Satsiber TNI, Anang Murtioso, menekankan pentingnya kolaborasi akademik. “Dukungan riset dan inovasi berbasis sains memungkinkan kami meningkatkan kemampuan deteksi dini, analisis ancaman, dan pengembangan teknologi pertahanan yang adaptif dan berkelanjutan,” kata Anang.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas berbagai potensi kolaborasi, mulai dari riset kriptografi dan keamanan komunikasi berbasis matematika dan statistika, pemanfaatan big data dan kecerdasan artifisial untuk deteksi ancaman, hingga pemodelan risiko dan sistem peringatan dini dengan pendekatan kuantitatif.

Mereka juga menyoroti integrasi analisis spasial untuk mendukung intelijen dan pemantauan wilayah, serta pengembangan laboratorium simulasi atau Cyber Range, sekaligus program inovasi kecerdasan artifisial bagi pertahanan.

Rencana kerja sama dirancang bertahap. Pada tahap awal, kegiatan meliputi kuliah umum, diskusi tematik, webinar keamanan siber, dan program magang terbatas bagi mahasiswa unggulan. Pada tahap menengah, fokus diarahkan pada riset terapan, fast-track talent bagi mahasiswa berprestasi, dan sertifikasi keamanan siber berbasis akademik.

Dalam jangka panjang, kedua pihak menjajaki pembentukan Center of Excellence Cyber Science & Defense Analytics, laboratorium simulasi untuk pelatihan, serta program dual-career bagi akademisi dan praktisi pertahanan, termasuk pendidikan Magister dan Doktor.

Delegasi Satsiber TNI yang hadir antara lain Kolonel Cke Anang Murtioso, Wakil Komandan Satuan Siber TNI; Kolonel Lek Mohyil Umam, Asminlog Satsiber TNI; dan Letkol Cke Muchdi, Dansatpuscertan Satsiber TNI, yang mewakili Brigjen TNI J.O. Sembiring, S.H., S.E., M.M., yang berhalangan hadir.

Dari FMIPA UI hadir antara lain Prof. Dr. Drs. Suryadi, M.T., Guru Besar Bidang Ilmu Keamanan Data; Dra. Astrid Damayanti, M.Si., Kepala Sekretariat; Januar Widakdo, S.Si., M.Sc., Ph.D., Kepala Unit Penjaminan Mutu Akademik; Zico Alaia Akbar Junior, S.Si., M.Sc., Ph.D., Manajer Ekosistem Riset dan Hilirisasi Sains Berdampak; Dr. Yulia Mariana Tesa Ayudia Putri, S.Si., M.Si., Asisten Manajer Bidang Pengembangan Prestasi dan Ekosistem Kemahasiswaan; Sarini Abdullah, S.Si., M.Stats., Ph.D., Ketua Departemen Matematika; Dr. Windri Handayani, S.Si., M.Si., Ketua Departemen Biologi; Rahmi Rusin, S.Si., M.Sc.Tech., Ph.D., Ketua Program Studi S1 Matematika; Bayu Ardiansah, S.Si., M.Si., D.Sc., Ketua Program Studi S2 & S3 Ilmu Kimia; dan Dr. Iqbal Putut Ash Shidiq, S.Si., M.Sc., Ketua Program Studi S1 Geografi.

Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara kapasitas akademik dan kebutuhan strategis pertahanan, sekaligus membentuk generasi talenta sains yang siap menghadapi tantangan pertahanan nasional di era digital.

Bagikan ini:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Berita Lainnya