FMIPA UI Salurkan Bantuan Pertanian dan Air Bersih Jangka Panjang untuk Warga Agam

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Tim Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan donasi dan bantuan ke titik bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (12/02). Tim dipimpin oleh dosen Departemen Biologi FMIPA UI, Dr. Retno Lestari, M.Si.

Aksi kemanusiaan ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar FMIPA UI terhadap masyarakat terdampak bencana galodo yang terjadi pada November 2025 lalu. Bantuan yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi dalam konser amal gerakan solidaritas 100 Musisi Heal Sumatra, yang berhasil mengumpulkan total dana sebesar Rp 17 miliar. Konser ini melibatkan musisi lintas generasi, komunitas, serta dukungan berbagai pihak, antara lain Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, BP BUMN, RANS, Visi, TSpace Media, WAG Artis Swara, serta sponsor utama TRING Pegadaian.

Tim FMIPA UI menyalurkan bantuan di Kecamatan Palembayan, tepatnya di Nagari Salareh Aia dan Salareh Aia Timur, Kabupaten Agam. Berbeda dari bantuan darurat pada umumnya, FMIPA UI memilih fokus pada program pemulihan jangka panjang yang berdampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Bantuan yang diberikan meliputi 5 kg bibit jagung (sekitar 20.000 bibit) dan 10 gram bibit cabai (sekitar 2.000 bibit), serta penggalian dua sumur air bersih. Langkah ini diambil untuk mengaktifkan kembali lahan-lahan yang terdampak serta membantu masyarakat memulai kembali aktivitas pertanian sebagai sumber penghidupan. Bantuan ini menjangkau sekitar 313 kepala keluarga di wilayah terdampak. Setiap sumur galian diperkirakan dapat melayani 70–100 KK, dengan proses penggalian memakan waktu sekitar 10 hari.

“Sebagai bagian dari institusi pendidikan dan keilmuan, kami ingin hadir tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam fase pemulihan. Bantuan bibit dan sumur air bersih ini diharapkan bisa menjadi modal awal bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali mandiri,” ujar Dr. Retno Lestari.

Jorong Nagari Salareh Aia, Bapak Agus Rinaldi menyampaikan “pasca bencana galodo—aliran deras yang membawa lumpur, batu, pasir, dan kayu dari area sungai dan pegunungan—ratusan rumah mengalami kerusakan berat. Banyak warga terpaksa mengungsi ke posko atau pindah ke rumah kerabat di luar daerah.”

Seiring waktu, beberapa unit Hunian Sementara (Huntara) telah dibangun dan kebutuhan dasar seperti sembako serta pakaian mulai terpenuhi. Melihat kondisi tersebut, FMIPA UI menilai pentingnya intervensi lanjutan yang dapat mengembalikan kemandirian ekonomi masyarakat.

Selain sektor pertanian, tim FMIPA UI juga menemukan persoalan krisis air bersih di Puskesmas Koto Alam, Palembayan. Kerusakan bak penampungan dan saluran air pasca bencana menyebabkan fasilitas kesehatan tersebut bergantung pada aliran sungai yang kualitas airnya menurun saat hujan. Melalui program penggalian dua sumur air bersih lengkap dengan pompa, instalasi pipa, dan tandon, FMIPA UI berharap dapat membantu mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat dan fasilitas layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Tak hanya menyalurkan bantuan fisik, Tim FMIPA UI juga melaksanakan pengecekan kualitas air bersih, kegiatan fun healing di sekolah dasar, serta penyaluran bantuan di hunian sementara di Kecamatan Palembayan, Maninjau, dan Matur.

Aksi ini menegaskan peran aktif FMIPA UI sebagai bagian dari Universitas Indonesia yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan riset, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Bersama ILUNI UI, kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dalam menghadirkan solusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.

Bagikan ini:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Berita Lainnya