|
Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu kunci penting bagi mahasiswa dan lulusan geosains untuk menunjukkan kesiapan dan daya saing profesional. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menekankan hal ini melalui seminar mingguan UI Geosciences Seminar X Starborn Mengajar 2026 yang mengangkat tema “Peran Sertifikasi Kompetensi Bagi Mahasiswa dan Lulusan Geosains”. Seminar diadakan pada Senin, 30 Maret 2026 di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, Gedung C FMIPA UI, dan dihadiri sekitar 80 mahasiswa dari Program Studi Geologi dan Geofisika. Kegiatan ini dimoderatori oleh Twin Hosea Widodo Kristyanto, M.T.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Program Studi Geologi FMIPA UI, Dr. Reza Syahputra, M.Sc., yang menekankan pentingnya kesiapan lulusan geosains dalam menghadapi tuntutan industri. Ia menyampaikan, “Mahasiswa geosains tidak hanya dituntut unggul secara teoritis, tetapi juga harus memiliki bukti kompetensi yang diakui secara profesional. Sertifikasi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kepercayaan industri terhadap lulusan kita.”
Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Ir. Asep Angga Kusumah, S.T., M.T., Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknik Katiga Indonesia – Tekatindo, dan Ir. Eric Jusuf, S.T., Ketua LSP Teknik Tambang Indonesia (TTI). Turut hadir Ketua Pengarah LSP Tekatindo dan TTI, Tb. Edie Trisna Rusmana, S.E., MM., MB.

Dalam pemaparannya, Ir. Asep menekankan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi jembatan antara teori akademik dan kebutuhan industri. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dapat menjadi bukti kesiapan kerja lulusan, meningkatkan daya saing, serta mempercepat adaptasi di dunia profesional.
“Dengan sertifikasi kompetensi, mahasiswa dapat menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di kampus dan kebutuhan nyata di industri,” ujarnya.
Sementara itu, Ir. Eric memaparkan profil LSP Teknik Tambang Indonesia sebagai lembaga resmi pelaksana sertifikasi di bawah BNSP. Lembaga ini menyediakan berbagai skema sertifikasi di bidang pertambangan dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta berperan dalam menjamin kompetensi tenaga kerja agar sesuai dengan standar industri.
“Melalui sertifikasi yang terstandarisasi, tenaga kerja dapat lebih yakin bahwa kompetensi mereka sesuai dengan kebutuhan industri.” Kata Ir. Eric.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta, membahas rekomendasi sertifikasi (dengan K3 disarankan sebagai dasar), sertifikasi seismik, skema dan pembekalan uji kompetensi, masa berlaku sertifikat, kerja sama dengan institusi pendidikan seperti Politeknik Negeri Bandung (POLBAN), serta peluang pengakuan pembelajaran lampau (RPL) bagi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, FMIPA UI berharap mahasiswa geosains semakin memahami urgensi sertifikasi kompetensi sebagai bekal penting untuk memasuki dunia kerja yang profesional dan kompetitif.
Bagikan ini:
Berita Lainnya



