|
Depok, 21 April 2026 – Di tengah meningkatnya kebutuhan energi global serta tantangan eksplorasi sumber daya yang semakin kompleks, penguasaan ilmu geokimia menjadi semakin krusial dalam mendukung penemuan cadangan minyak dan gas bumi yang lebih akurat dan efisien. Pendekatan berbasis teknologi dan analisis data kini menjadi kunci dalam mengurangi risiko eksplorasi sekaligus meningkatkan keberhasilan identifikasi potensi hidrokarbon.
Menjawab urgensi tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menyelenggarakan seminar mingguan bertajuk UI Geoscience Seminar x STARBORN MENGAJAR 2026 pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, Kampus UI, Depok, dan menghadirkan praktisi industri sebagai narasumber utama.
Seminar kali ini menghadirkan Mona Ausiana Rachmalia, S.T., M.T., yang merupakan Geochemistry Specialist sekaligus Lab Head Section di PT Geoservice. Dalam pemaparannya, ia membahas metode eksplorasi minyak dan gas berbasis geokimia, khususnya menggunakan pendekatan Amplified Geochemical Imaging (AGI).
“Metode AGI memberi cara baru yang lebih sensitif untuk mendeteksi potensi hidrokarbon sejak tahap awal eksplorasi,” ujarnya.
Materi yang disampaikan mencakup prinsip microseepage, teknik passive sampling menggunakan adsorben, hingga proses analisis laboratorium berpresisi tinggi. “Melalui pendekatan microseepage, kita bisa melihat jejak hidrokarbon yang sebelumnya sulit terdeteksi metode konvensional,” jelasnya.
Selain itu, narasumber juga menjelaskan tahapan interpretasi data dengan berbagai metode statistik seperti PCA, HCA (clustering), LDA, dan CVA yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi hidrokarbon. “Kombinasi analisis statistik menjadi kunci agar data geokimia bisa diterjemahkan menjadi informasi yang benar-benar bernilai,” tambahnya.

Tidak hanya berupa pemaparan, seminar berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan kuis singkat. Narasumber memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta terkait konsep microseepage dan alat sampler, serta memberikan hadiah bagi peserta yang mampu menjawab dengan tepat.
Dalam sesi lanjutan, Mona juga menyoroti perkembangan teknologi dalam bidang ini. “Pemanfaatan machine learning ke depan akan sangat membantu mempercepat dan mempertajam interpretasi data eksplorasi,” ungkapnya.
Diskusi yang berlangsung juga mengangkat berbagai pertanyaan kritis dari peserta, seperti interpretasi hasil clustering yang terbagi menjadi enam kelompok, kemungkinan adanya potensi hidrokarbon yang tidak terklasifikasikan namun tetap prospektif, hingga pemanfaatan machine learning dalam analisis data geokimia. Selain itu, dibahas pula alasan pemilihan durasi sampling sekitar 21 hari untuk memperoleh data yang stabil dan representatif, serta kualifikasi yang dibutuhkan dalam interpretasi data AGI.
Sebagai penutup, narasumber menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat meningkatkan minat peserta terhadap bidang geokimia. Ia juga membuka peluang kolaborasi lanjutan seperti sesi berbagi, kunjungan laboratorium di Petukangan, serta kesempatan internship bagi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, FMIPA UI berharap dapat terus menghadirkan forum ilmiah yang tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri.
Bagikan ini:
Berita Lainnya



