FMIPA UI Pertegas Posisi sebagai Pusat Fisika Medik Regional melalui Pelatihan Internasional

Depok, 30 April 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) kembali menegaskan perannya sebagai pusat pengembangan fisika medik di kawasan Asia-Pasifik melalui penyelenggaraan IAEA Regional Training Course on Advanced Dosimetry and Quality Control in Diagnostic Radiology pada 21–23 April 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi FMIPA UI bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta International Atomic Energy Agency (IAEA).

Seremoni pembukaan kegiatan berlangsung di The Margo Hotel dan dibuka secara resmi oleh Executive Director of International Nuclear Agency (INuA) – BRIN, Dimas Irawan. Pelatihan ini diikuti oleh puluhan fisikawan medik dari berbagai negara Asia, menandakan kepercayaan internasional terhadap kapasitas FMIPA UI.

Acara ini turut dihadiri oleh Prof. Supriyanto A. Pawiro, Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Fisika Radioterapi sekaligus Presiden Southeast Asia Federation of Organizations for Medical Physics (SEAFOMP), serta Adhi Harmoko, S.Si., M.Kom., Ph.D., Ketua Departemen Fisika FMIPA UI.

Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FMIPA UI sebagai tuan rumah kegiatan internasional ini.

“Kami menyambut hangat seluruh peserta dalam pelatihan regional IAEA ini. Merupakan suatu kehormatan bagi FMIPA UI untuk menjadi tuan rumah program penting yang berfokus pada peningkatan kualitas dan keselamatan layanan radiologi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa fisika medik merupakan salah satu bidang strategis yang terus dikembangkan di FMIPA UI, seiring dengan kebutuhan layanan kesehatan yang semakin kompleks.

“Fisika medik telah menjadi bagian penting dalam perkembangan fakultas kami, khususnya dalam mendukung mutu dan keselamatan layanan kesehatan. Kami terus memperkuat pendidikan, penelitian, dan pelatihan profesional untuk menjawab kebutuhan nasional maupun regional,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti kerja sama jangka panjang antara FMIPA UI dan IAEA yang telah berlangsung selama lebih dari 20 tahun.

“Kami sangat menghargai kemitraan yang telah terjalin lama dengan IAEA. Kolaborasi ini berperan besar dalam meningkatkan kapasitas, memperbaiki standar, serta menghubungkan kami dengan komunitas internasional,” tambahnya.

Sebagai tuan rumah, FMIPA UI tidak hanya menyediakan platform pembelajaran, tetapi juga memperkuat jejaring internasional melalui keterlibatan peserta dari berbagai negara seperti Bangladesh, India, Malaysia, hingga Vietnam. Program ini juga menghadirkan para pakar internasional, di antaranya Zoe Brady, Paula Toroi, dan Mika Kortesniemi.

National Project Coordinator IAEA Project RAS6109, Dr. Lukmanda Evan Lubis, menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kompetensi fisikawan medik di kawasan.

“Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat kompetensi fisikawan medik di kawasan Asia-Pasifik. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa penguasaan dosimetri dan kendali mutu dapat terus ditingkatkan, sejalan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan layanan radiologi yang semakin kompleks,” ujarnya.

Dalam implementasinya, FMIPA UI turut menggandeng RS Universitas Indonesia sebagai mitra klinis untuk pelaksanaan sesi praktikum. Direktur RSUI, dr. Ari Kusuma Januarto, menekankan pentingnya kolaborasi antara institusi akademik dan layanan kesehatan.

“Kolaborasi antara institusi akademik dan rumah sakit menjadi kunci dalam pengembangan layanan kesehatan yang berkualitas. RS Universitas Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan seperti ini karena memberikan ruang pembelajaran langsung yang sangat penting bagi peningkatan kompetensi di bidang fisika medik dan radiologi,” ujar dr. Ari.

Pelatihan ini juga diikuti oleh peserta observer dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir dan Badan Standarisasi Nasional, serta didukung oleh Center for Medical Physics and Biophysics (CMPB) UI, Unit Kerja Khususu – Lembaga Sains Terapan FMIPAU I, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas dan penguatan jejaring keilmuan fisika medik.

Melalui program ini, FMIPA UI kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendorong peningkatan kualitas dan keselamatan layanan radiologi di tingkat regional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan fisika medik di kancah internasional.

Bagikan ini:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Berita Lainnya