|
Terakreditasi Unggul dan Terhubung dengan BRIN, Ini Keunggulan S2 Ilmu Kelautan FMIPA UI
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kelautan melalui Program Studi Magister (S2) Ilmu Kelautan. Dalam kegiatan Open House “Tips and Tricks Kuliah Magister di Program Studi S2 Ilmu Kelautan dengan Skema Degree by Research (DbR) BRIN” yang digelar secara daring pada 23 Mei 2026, Ketua Program Studi S2 Ilmu Kelautan UI, Dr. rer.nat. Yasman, M.Sc., memaparkan berbagai peluang studi dan riset yang dapat dimanfaatkan calon mahasiswa untuk mengembangkan karier akademik maupun profesional di bidang kelautan.
Dalam pemaparannya, Dr. Yasman menegaskan bahwa Program Studi S2 Ilmu Kelautan UI memiliki posisi yang unik dibandingkan program studi sejenis di Indonesia karena berada di bawah Departemen Biologi FMIPA UI. Posisi tersebut memberikan landasan keilmuan yang kuat dalam sains dasar sehingga mahasiswa tidak hanya mempelajari pengelolaan sumber daya laut, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis ilmiah dan penelitian yang mendalam terhadap berbagai fenomena kelautan.
Keunggulan tersebut turut tercermin dari capaian akreditasi program studi. S2 Ilmu Kelautan UI menjadi program studi pertama yang menjalani akreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal (LAMSAMA) pada tahun 2022 dan berhasil memperoleh predikat Unggul. Capaian ini menegaskan kualitas pendidikan, penelitian, serta tata kelola akademik yang dimiliki program studi tersebut.
“Sebagai bagian dari FMIPA UI, Program Studi S2 Ilmu Kelautan memiliki kekuatan pada fondasi sains yang kokoh dan budaya riset yang kuat. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga dibekali kemampuan melakukan penelitian yang relevan untuk menjawab berbagai tantangan kelautan Indonesia,” ujar Dr. Yasman.
Menurut Dr. Yasman, salah satu keunggulan utama FMIPA UI adalah ekosistem akademik yang mendukung kolaborasi riset lintas disiplin. Mahasiswa dapat berinteraksi dengan berbagai bidang ilmu di lingkungan FMIPA UI, mulai dari biologi, kimia, fisika, matematika, geologi, geofisika, hingga ilmu komputasi, sehingga membuka peluang lahirnya inovasi riset kelautan yang lebih komprehensif dan berdampak.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Yasman juga menjelaskan peluang studi melalui skema Degree by Research (DbR) yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Melalui skema ini, peserta dapat menempuh pendidikan magister di perguruan tinggi sekaligus menjalankan penelitian secara langsung di lingkungan BRIN. Selain memperoleh dukungan biaya pendidikan dan riset, peserta juga berkesempatan menjadi asisten riset sehingga mendapatkan pengalaman penelitian profesional sejak awal studi.
Menariknya, peluang riset kelautan di BRIN tidak hanya tersedia pada Organisasi Riset Kebumian dan Maritim. Dr. Yasman menjelaskan bahwa berbagai organisasi riset lain juga memiliki keterkaitan erat dengan isu dan sumber daya kelautan, termasuk penelitian rumput laut, biomassa, bioproduk, material maju, hingga teknologi industri berbasis sumber daya laut.
“Banyak calon mahasiswa mengira riset kelautan hanya berada di Organisasi Riset Kebumian dan Maritim. Padahal, isu kelautan bersifat multidisiplin dan tersebar di berbagai organisasi riset BRIN. Karena itu, penting bagi calon peserta untuk aktif memetakan kelompok riset yang sesuai dengan minatnya dan mulai membangun komunikasi dengan para peneliti sejak dini,” jelas Dr. Yasman.
Selain memaparkan peluang riset, Dr. Yasman juga membagikan sejumlah tips untuk memperbesar peluang diterima di Program Studi Magister Ilmu Kelautan UI sekaligus meningkatkan daya saing dalam seleksi DbR BRIN.
Pertama, calon mahasiswa disarankan memiliki rencana penelitian yang jelas dan selaras dengan fokus riset dosen maupun kelompok riset di BRIN. Kedua, membangun pengalaman penelitian sejak jenjang sarjana melalui tugas akhir, magang, atau keterlibatan dalam proyek riset akan menjadi nilai tambah yang signifikan. Ketiga, calon mahasiswa perlu aktif mencari informasi mengenai kelompok riset yang relevan dengan minatnya dan mulai menjalin komunikasi akademik dengan peneliti maupun calon pembimbing.
Dr. Yasman juga menekankan pentingnya memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari program studi tujuan. Meskipun bukan persyaratan mutlak dalam seleksi DbR BRIN, kepemilikan LoA menunjukkan kesiapan akademik kandidat dan dapat menjadi faktor pendukung yang memperkuat profil pelamar.
Sebagai bagian dari komitmennya mendukung pengembangan talenta riset nasional, Program Studi S2 Ilmu Kelautan UI turut membantu menjembatani komunikasi antara calon mahasiswa dengan pusat riset atau kelompok riset BRIN yang sesuai dengan minat penelitian mereka. Dukungan ini diperkuat oleh berbagai kerja sama yang telah terjalin antara program studi dan sejumlah pusat riset di BRIN.
Melalui kombinasi keunggulan akademik FMIPA UI, akreditasi Unggul, jejaring riset yang luas, serta kedekatan dengan berbagai mitra penelitian nasional, Program Studi S2 Ilmu Kelautan UI terus menjadi salah satu pilihan strategis bagi lulusan sarjana yang ingin berkarier sebagai peneliti, akademisi, maupun profesional di bidang kelautan. Dengan masih dibukanya pendaftaran SIMAK UI gelombang kedua hingga akhir Mei 2026, kesempatan untuk bergabung dan mengembangkan karier riset melalui Program Studi S2 Ilmu Kelautan UI masih terbuka lebar bagi calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Bagikan ini:
Berita Lainnya



