|
FMIPA UI Gelar LEAF 2026, Peneliti Global Paparkan Riset Terkini dan Inovasi Sains Berkelanjutan
Depok, 10 Juli 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia kembali menyelenggarakan The 6th Life and Environmental Sciences Academics Forum (LEAF) 2026 pada Rabu-Kamis (8-9/7/2026) di Aula Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro. Konferensi internasional ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai institusi untuk memaparkan hasil riset, berbagi pengetahuan, serta memperkuat kolaborasi ilmiah dalam menjawab tantangan lingkungan dan kesehatan global.
Penyelenggaraan LEAF 2026 dilatarbelakangi meningkatnya tantangan global di bidang lingkungan dan kesehatan, seperti perubahan iklim, degradasi lingkungan, hilangnya keanekaragaman hayati, pencemaran, munculnya penyakit baru, hingga keterbatasan sumber daya alam. Kondisi tersebut membutuhkan pendekatan ilmiah yang terintegrasi, inovasi teknologi, serta kolaborasi lintas disiplin agar dapat menghasilkan solusi yang berkelanjutan bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dekan FMIPA UI Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., mengatakan, LEAF 2026 merupakan wujud komitmen FMIPA UI dalam membangun ekosistem kolaborasi riset yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai disiplin dan negara.
“Melalui LEAF, kami ingin memperkuat peran FMIPA UI sebagai simpul kolaborasi ilmiah yang menghasilkan riset dan inovasi berbasis sains untuk menjawab tantangan lingkungan dan kesehatan,” ujar Prof. Tito.

Ia berharap LEAF tidak hanya menjadi forum berbagi hasil penelitian, tetapi juga mendorong lahirnya jejaring riset dan kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap forum ini melahirkan kolaborasi yang berkelanjutan, memperkuat publikasi dan inovasi bersama, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Prof. Tito.
Ketua Panitia LEAF 2026 Tety Maryenti, S.P., M.Sc., Ph.D., mengatakan, konferensi tahun ini mengangkat tema “Emerging Scientific Innovations and Technologies for Sustainable Environment and Health” yang mencerminkan upaya mendorong penelitian multidisiplin untuk mendukung keberlanjutan lingkungan serta peningkatan kesehatan manusia.
“Melalui tema ini, LEAF 2026 kami rancang sebagai ruang bertemunya berbagai disiplin ilmu untuk berbagi hasil riset, memperluas jejaring, dan mendorong kolaborasi yang dapat menghasilkan solusi bagi isu lingkungan dan kesehatan,” kata Tety.
Ia menambahkan, antusiasme peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset menunjukkan pentingnya forum ilmiah yang mempertemukan peneliti untuk bertukar gagasan dan memperkuat kerja sama lintas institusi.
“Partisipasi dari berbagai institusi menunjukkan semakin besarnya kebutuhan akan kolaborasi ilmiah untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks,” imbuhnya.

Konferensi menghadirkan lima pembicara utama, yakni Prof. Sung-Yeon Jang dari Ulsan National Institute of Science and Technology, Korea Selatan; Prof. Sanjay Swarup, Ph.D. dari National University of Singapore; Prof. Hiroshi Kimura, Ph.D. dari Institute of Science Tokyo, Jepang; Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D. dari FMIPA UI; dan Prof. Alexander McLellan, Ph.D. dari University of Otago, Selandia Baru.
Selain itu, sembilan pembicara undangan turut mengisi berbagai sesi ilmiah, di antaranya berasal dari Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG), BRIN, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.
Selama dua hari pelaksanaan LEAF 2026, para peneliti dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset dalam maupun luar negeri tersebut memaparkan hasil penelitian terbaru serta inovasi sains yang dikembangkan di institusi masing-masing. Berbagai inovasi tersebut meliputi teknologi hijau dan nanoteknologi untuk aplikasi lingkungan, pemantauan dan analisis data lingkungan, riset kesehatan, serta ilmu kebumian yang diharapkan mampu memberikan solusi berbasis sains terhadap tantangan lingkungan dan kesehatan global.

Berbagai hasil riset tersebut dipresentasikan dalam sesi keynote, invited speakers, serta presentasi makalah dan poster. Topik yang dibahas meliputi Environmental Monitoring, Modelling, Data Analysis, and Assessment, Green Technology and Nanotechnology for Environmental Applications, Health and Well-being, serta Earth and Environmental Sciences.
LEAF 2026 diikuti oleh 47 peserta dari berbagai institusi di Indonesia dan luar negeri. Sebanyak 37 peserta mempresentasikan makalah ilmiah, sedangkan 10 peserta mengikuti sesi presentasi poster.
Peserta berasal dari berbagai lembaga, antara lain Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, Universitas Padjadjaran, Yayasan Planet Urgensi Indonesia, serta National Agriculture and Food Research Organization (NARO), Jepang. Forum ini juga diikuti mahasiswa jenjang sarjana, magister, doktor, serta para peneliti dari lembaga pemerintah.
Melalui penyelenggaraan LEAF 2026, FMIPA UI terus memperkuat perannya sebagai wadah kolaborasi ilmiah lintas disiplin dan lintas negara yang mendorong lahirnya riset, inovasi, serta solusi berbasis sains untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesehatan.
Turut hadir dalam forum ilmiah internasional ini antara lain Kepala Badan Kewirausahaan & Hubungan Antarlembaga/Sekretaris Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, Sp.O.G., Subsp. F.E.R., MPH, Int. Aff. RANZCOG (Hons), FICRM.; Pjs. Rektor Universitas Pertamina/Guru Besar FMIPA UI, Prof. Dr.techn. Djoko Triyono; Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Ventura dan Administrasi Umum, Prof. Dr. Ivandini Tribidasari A, S.Si., M.Si.; dan Representatif dari, Institute of Science Tokyo, Japan, Prof. Yoshinori Ohsumi, Ph.D.
Bagikan ini:
Berita Lainnya



