FMIPA UI Serahkan Pupuk Hasil Pengolahan Limbah Organik untuk Dukung Pengelolaan Sampah di Depok

Depok, 18 September 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menyerahkan pupuk hasil pengolahan Laboratorium Biodigester UI dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-37 Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Depok, Rabu (2/9/2026). Pupuk tersebut merupakan hasil pengolahan limbah organik melalui fasilitas laboratorium.

Penyerahan berlangsung di Lantai 10 Gedung Dibaleka 2, Balai Kota Depok, dalam kegiatan yang mengusung tema “Hijaukan Depok, Wariskan Kehidupan”. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah dari sumbernya, termasuk pemanfaatan sampah organik menjadi produk yang dapat digunakan kembali.

Dekan FMIPA UI Prof. Dr. Tito Latif Indra, S.Si., M.Si. mengatakan, hasil riset dan fasilitas laboratorium perlu terus diarahkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. Penyerahan pupuk hasil pengolahan Laboratorium Biodigester UI menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap upaya pengelolaan sampah organik.

“Melalui penyerahan pupuk hasil pengolahan biodigester ini, kami ingin turut mendukung upaya pengelolaan sampah organik sekaligus menunjukkan bahwa hasil riset dapat dimanfaatkan untuk menjawab persoalan lingkungan di masyarakat,” ujar Tito.

Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, pengurangan sampah perlu dilakukan sejak dari rumah tangga dengan melibatkan masyarakat, termasuk organisasi perempuan.

“Harapannya GOW bisa menjadi motor penggerak kepedulian lingkungan dan penanggulangan sampah,” kata Supian.

Menurut Supian, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung menampung sekitar 1.200 ton sampah per hari. Pemerintah Kota Depok menjalin kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik dengan Kota Bogor. Sebanyak 700 ton sampah dikirim ke Bogor, sedangkan 500 ton lainnya dikelola pihak ketiga.

Pemkot Depok juga menjalankan sejumlah program pengurangan sampah di tingkat masyarakat. Salah satunya Pom SS untuk mengumpulkan minyak jelantah di setiap kelurahan. Ada pula program Ember Biru di Kelurahan Duren Seribu yang mengolah sampah organik menjadi pupuk dan memanfaatkan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomi dengan melibatkan organisasi perempuan.

Pengolahan limbah organik melalui biodigester menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Teknologi tersebut memanfaatkan proses biologis untuk mengolah bahan organik dan menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali.

Pengurangan sampah dari sumbernya juga menjadi bagian dari agenda pengelolaan persampahan nasional. Pemerintah menargetkan peningkatan persentase sampah yang terkelola hingga 100 persen pada 2029 melalui penguatan pengurangan dan penanganan sampah dari hulu hingga hilir.

Penyerahan pupuk hasil pengolahan Laboratorium Biodigester UI dalam kegiatan GOW Kota Depok menjadi salah satu bentuk penerapan hasil pengembangan sains pada persoalan lingkungan di tingkat masyarakat. Penerapan lebih lanjut teknologi tersebut dapat dikembangkan melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat sesuai kebutuhan pengelolaan sampah organik.

Bagikan ini:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Berita Lainnya