Doktor FMIPA UI Kembangkan Fantom Mangga 3D Printing Bantu Tingkatkan Keamanan Iradiasi Buah Ekspor

Depok, 15 April 2026 — Di tengah meningkatnya kebutuhan ekspor buah tropis ke pasar global, jaminan keamanan dan kualitas produk menjadi aspek krusial. Salah satu metode yang diakui secara internasional untuk memastikan buah bebas dari organisme pengganggu tumbuhan adalah  metode fitosanitari iradiasi. Namun, efektivitas metode ini sangat bergantung pada pengukuran dosis radiasi yang akurat.

Menjawab tantangan tersebut, Doktor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menciptakan metode pengukuran dosis iradiasi berbasis fantom buah mangga 3D printing yang dipresentasikan dalam sidang terbuka promosi doktor pada Rabu (15/4) di Aula Prof. Dr. G.A. Siwabessy, Kampus FMIPA UI Depok.

Dalam sidang tersebut, Dr. Okky Agassy Firmansyah dari Program Studi Ilmu Fisika FMIPA UI memaparkan disertasinya berjudul “Pengembangan Metode Pengukuran Dosis Menggunakan Fantom Buah Mangga untuk Aplikasi Fitosanitari Iradiasi.” Sidang dipimpin oleh Prof. Anom Bowolaksono, Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FMIPA UI.

Penelitian ini dibimbing oleh Promotor Dr. Budhy Kurniawan R., M.Si. dari Departemen Fisika FMIPA UI, serta Ko-promotor Dr. Nunung Nuraeni, M.Si. dari Pusat Riset Teknologi Keselamatan, Metrologi dan Mutu Nuklir Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Dalam pemaparannya, Dr. Okky menjelaskan bahwa penggunaan buah asli dalam uji iradiasi sering terkendala oleh ketersediaan yang dipengaruhi musim serta sulitnya mendapatkan hasil pengukuran yang konsisten. Untuk itu, ia mengembangkan “mangga buatan” berbasis teknologi 3D printing yang meniru karakteristik fisik dan radiologis mangga asli.

“Fantom mangga berbasis 3D printing ini kami kembangkan untuk menjawab keterbatasan penggunaan buah asli dalam pengukuran dosis iradiasi,” ujar Dr. Okky.

Ia menambahkan bahwa metode ini membuat pengujian dapat dilakukan lebih stabil dan dapat diulang dengan hasil yang konsisten tanpa bergantung pada musim panen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran dosis pada mangga asli dan fantom memiliki kesesuaian sangat baik, dengan deviasi relatif kurang dari ±2 persen serta nilai En number di bawah satu, yang menandakan metode ini valid secara dosimetri dan metrologi

Fantom yang dikembangkan memiliki karakteristik mendekati mangga asli, termasuk densitas massa 1,2 g/cm³, bilangan atom efektif (Zeff) 7,5, dan densitas elektron relatif 0,984. Selain eksperimen, penelitian ini juga memanfaatkan simulasi Monte Carlo untuk memetakan distribusi dosis radiasi di dalam buah secara komputasional.

Promotor penelitian, Dr. Budhy Kurniawan R., M.Si., menyebut pendekatan ini sebagai terobosan penting dalam pengembangan sistem pengukuran dosis yang lebih presisi dan dapat diandalkan.

“Penggunaan fantom yang telah divalidasi secara eksperimen dan simulasi membuka peluang besar untuk meningkatkan kualitas pengendalian mutu pada fasilitas iradiasi,” ujarnya.

Dalam sidang tersebut, Dr. Okky Agassy Firmansyah resmi meraih gelar doktor dari FMIPA UI dengan predikat summa cum laude. Ia mencatatkan IPK sempurna 4,00 dan menyelesaikan studinya dalam waktu relatif singkat, yakni 2,5 tahun. Selain itu, selama masa studinya, Dr. Okky telah menghasilkan tiga publikasi pada jurnal internasional bereputasi sebagai bagian dari kontribusi ilmiahnya di bidang fisika dan teknologi iradiasi.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi solusi yang dapat diterapkan di industri bagi iradiasi pangan, baik dalam meningkatkan efisiensi pengujian, mengurangi ketergantungan pada buah segar, maupun mendukung standar keamanan produk ekspor yang lebih ketat.

Share this:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Other News