|
Dua Dosen FMIPA UI Kembangkan Pembelajaran Daring Lewat Program OOC dan Non-Degree 2026
Dua dosen dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) berhasil meraih pendanaan Program Pengembangan Open Online Course (OOC) dan Program Pendanaan Pengembangan Non-Degree Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia.
Keduanya adalah Dr. Adam Badra Cahaya, B.Sc., M.Sc. dari Departemen Fisika serta Fida Fathiyah Addini, M.Si dari Departemen Matematika. Pengumuman tersebut sekaligus disertai undangan Workshop Penyusunan Rancangan Pendidikan Non-Degree Online UI Tahun 2026.
Inovasi Pembelajaran Fisika Material Modern
Dr. Adam Badra Cahaya, B.Sc., M.Sc. mengembangkan OOC berjudul “From Atoms to Solar Cells: Physics of Quantum Materials” yang mengangkat kajian fisika material modern berbasis mekanika kuantum. Menurutnya, pengembangan pembelajaran ini berangkat dari kebutuhan untuk menjembatani konsep-konsep fundamental fisika dengan aplikasi teknologi masa kini.
“Pemahaman sifat kuantum material menjadi fondasi penting bagi lahirnya berbagai teknologi modern,” ujar Dr. Adam. Ia menambahkan, “Melalui course ini, kami ingin menunjukkan bagaimana konsep dari level atom dapat berkembang menjadi inovasi seperti sel surya dan perangkat energi berkelanjutan.”
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pendekatan pembelajaran yang digunakan tidak hanya teoritis, tetapi juga menautkan hasil eksperimen klasik seperti difraksi kristal dan spektroskopi atom dengan teori pita energi dalam fisika material. “Sains akan lebih bermakna ketika mahasiswa memahami keterkaitan antara eksperimen, teori, dan aplikasi nyata,” ujarnya.
Course ini juga mencerminkan kekuatan riset di lingkungan Departemen Fisika FMIPA UI, khususnya dalam bidang fisika kuantum material, nanoscience, dan teknologi energi hijau yang terus berkembang.
Target peserta OOC ini mencakup pelajar tingkat SMA kelas 11–12 yang memiliki minat pada bidang sains dan fisika, mahasiswa sarjana dari berbagai disiplin ilmu, khususnya sains dan teknik, serta masyarakat umum yang tertarik pada perkembangan sains dan teknologi energi. Untuk dapat mengikuti course ini, peserta diharapkan telah memiliki pemahaman dasar fisika tingkat sekolah menengah serta menunjukkan minat terhadap sains dan teknologi.
Penguatan Penalaran Kuantitatif untuk Generasi Muda
Sementara itu, Fida Fathiyah Addini, M.Si mengembangkan program Non-Degree berjudul “Penguatan Penalaran Kuantitatif melalui Matematika Keuangan” yang dirancang untuk memperkuat kesiapan siswa dan calon mahasiswa menghadapi pendidikan tinggi.
“Matematika keuangan kami pilih karena dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus efektif untuk melatih cara berpikir sistematis,” ujar Fida Fathiyah Addini, M.Si. Ia menambahkan, “Tujuan utama program ini adalah membangun kepercayaan diri peserta dalam memahami persoalan kuantitatif secara logis dan terstruktur.”
Dalam penjelasannya, ia menekankan bahwa pembelajaran dirancang secara daring penuh dengan pendekatan self-paced agar peserta dapat belajar secara fleksibel. “Kami ingin peserta tidak hanya menghafal rumus, tetapi benar-benar memahami cara berpikir di balik setiap perhitungan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penguasaan konsep seperti bunga, nilai waktu uang, dan anuitas bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi juga bekal penting dalam pengambilan keputusan sehari-hari berbasis data.
Program Non-Degree ini dirancang inklusif agar dapat menjangkau berbagai kelompok pembelajar yang ingin memperkuat kemampuan kuantitatif sebelum memasuki pendidikan tinggi. Target pesertanya mencakup siswa SMA atau sederajat kelas 10, 11, dan 12, lulusan SMA atau peserta gap year, serta calon mahasiswa maupun masyarakat umum yang ingin memperkuat kesiapan belajar kuantitatif sebelum memasuki perkuliahan.
Mendorong Internasionalisasi dan Akses Pendidikan
Melalui pendanaan ini, FMIPA Universitas Indonesia menegaskan perannya dalam memperkuat inovasi pembelajaran digital di tingkat universitas. Pengembangan OOC dan program non-degree ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat posisi Universitas Indonesia di tingkat global.
Kedua program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat umum, tetapi juga menjadi medium internasionalisasi akademik yang memperkenalkan kekuatan riset dan pengajaran FMIPA UI kepada dunia. Inisiatif ini sekaligus mempertegas komitmen UI dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Share this:
Other News



