|
Depok, 6 Juli 2026 — Tantangan kesehatan masyarakat dan lingkungan global yang semakin kompleks mendorong kebutuhan akan talenta sains dengan kemampuan lintas disiplin dan jejaring internasional. Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melalui Departemen Matematika menyelenggarakan program internasional Integrating Mathematical Modelling and AI for Public Health and Environmental Challenges pada 7–14 Juni 2026.
Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan kapasitas mahasiswa dalam memanfaatkan matematika, statistika, dan kecerdasan artifisial (AI) guna menghasilkan solusi berbasis data. Diselenggarakan sebagai bagian dari UI International Short Course Grant 2025–2026 (EQUITY), program ini didukung melalui skema pendanaan World Class University (WCU) Universitas Indonesia.
Dekan FMIPA UI Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., menyampaikan bahwa melalui program tersebut, FMIPA UI tidak hanya menghadirkan ruang pembelajaran lintas negara, tetapi juga menunjukkan peran ilmu-ilmu dasar dalam menjawab berbagai persoalan nyata di masyarakat.
“Melalui program internasional ini, kami ingin lebih memperkuat peran ilmu-ilmu dasar dalam menghasilkan solusi berbasis sains untuk menjawab tantangan global,” ujar Prof. Tito.
Melalui penguatan pemodelan matematika, statistika, dan kecerdasan artifisial, lanjutnya, FMIPA UI mendorong lahirnya inovasi berbasis data untuk menjawab berbagai tantangan di bidang kesehatan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Sebanyak 29 mahasiswa mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 14 mahasiswa Universitas Indonesia dan 15 mahasiswa Universiti Malaya, Malaysia. Mereka mengikuti pembelajaran intensif mengenai pemodelan matematika, statistika, dan machine learning yang diterapkan untuk memahami dinamika penyebaran penyakit, perubahan ekosistem, hingga pengolahan data kesehatan masyarakat.
Rangkaian perkuliahan yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026 di Departemen Matematika FMIPA UI menghadirkan sejumlah topik strategis yang mengintegrasikan pendekatan matematika, statistika, dan kecerdasan artifisial dalam penyelesaian persoalan kesehatan publik serta lingkungan.

Topik Mathematical Ecology disampaikan oleh Dr. Hengki Tasman, S.Si., M.Si., dengan pembahasan mengenai penerapan pemodelan matematika untuk memahami dinamika ekosistem dan interaksi antarkomponen lingkungan. Materi Mathematical Epidemiology yang dibawakan oleh Dr. Dipo Aldila, S.Si., M.Si. membahas pemanfaatan model matematika dalam menganalisis pola penyebaran penyakit serta mendukung strategi pengendalian wabah.
Pada aspek statistika, peserta memperoleh materi Statistics for Public Health Problem dari Kurnia Susvitasari, S.Si., M.Sc., Ph.D. dan Sarini Abdullah, S.Si., M.Stats., Ph.D. Materi tersebut mengangkat pendekatan statistik dalam pengolahan dan interpretasi data kesehatan masyarakat untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti.

Penguatan kompetensi kecerdasan artifisial diberikan melalui materi Machine Learning for Public Health yang disampaikan oleh Drs. Gatot Fatwanto Hertono, M.Sc., Ph.D. serta Dra. Bevina Desjwiandra Handari, M.Sc., Ph.D. Sesi ini membahas penerapan metode machine learning dalam analisis data kesehatan berskala besar, termasuk pemanfaatannya untuk menghasilkan prediksi dan rekomendasi berbasis data.
Pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian teori. Mahasiswa dari kedua universitas dipadukan dalam kelompok-kelompok kolaboratif untuk menyelesaikan studi kasus yang merepresentasikan persoalan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Selama tiga hari, mereka merancang model, mengolah data, mengembangkan pendekatan berbasis AI, hingga mempresentasikan hasil analisis kepada para dosen melalui sesi Progress Day dan presentasi akhir.

Model pembelajaran berbasis proyek tersebut dirancang untuk membangun kemampuan analitis sekaligus memperkuat kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu, kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam riset-riset sains modern.
Selain kegiatan akademik, peserta mengikuti kunjungan budaya ke Taman Mini Indonesia Indah pada 13 Juni 2026 sebagai bagian dari penguatan pertukaran budaya antarmahasiswa. Interaksi akademik dan sosial selama program berlangsung diharapkan menjadi fondasi bagi kolaborasi pendidikan dan penelitian antara Universitas Indonesia dan Universiti Malaya pada masa mendatang.
Program ditutup dengan penugasan akhir yang dikumpulkan secara daring pada Juli 2026 sebagai bagian dari evaluasi capaian pembelajaran peserta. Lebih dari sekadar kegiatan akademik jangka pendek, short course ini menjadi cerminan komitmen FMIPA UI untuk terus membangun ekosistem pendidikan dan riset yang kolaboratif, inovatif, dan relevan dengan tantangan global melalui kekuatan sains dasar.
Share this:
Other News



