|
Mahasiswa FMIPA UI Jadi Satu-satunya Tim Sarjana di Program Eksplorasi Energi Internasional
Depok, 24 Agustus 2026 — Lima mahasiswa Program Studi Geologi dan Geofisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), yang tergabung dalam Team Kenanga, menjadi satu-satunya tim yang seluruh anggotanya merupakan mahasiswa sarjana dalam program SEG EVOLVE Energy Exploration 2026. Setelah menuntaskan program pengembangan karier yang diselenggarakan Society of Exploration Geophysicists (SEG) selama enam bulan, mereka mendapat kesempatan mempresentasikan hasil proyek pada International Meeting for Applied Geoscience and Energy (IMAGE) 2026 di Houston, Texas, Amerika Serikat.
Team Kenanga terdiri atas Ellysa Dinda Nathasya dan Michael Partogi dari Program Studi Geofisika angkatan 2022, serta Hishnu Ghaitsul Hudna, Luthfan Zaidan Akbar, dan Muhammad Fairuz Ulya dari Program Studi Geologi angkatan 2022. Tim didampingi Anne M. M. Sirait, Ph.D., sebagai faculty advisor.
Capaian tersebut mendapat apresiasi dari Dekan FMIPA UI Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si. Menurutnya, pengalaman mahasiswa mengikuti program internasional menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja yang semakin menuntut kemampuan kolaborasi lintas disiplin.
“Kami bangga mahasiswa FMIPA UI mampu membawa keilmuan geosains ke dalam persoalan nyata di tingkat global. Sebagai calon saintis, mereka tidak hanya dituntut menguasai ilmu dan teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, bekerja lintas disiplin, dan berkontribusi dalam menjawab tantangan energi masa depan,” ujar Prof. Tito.
Keikutsertaan Team Kenanga menjadi capaian tersendiri karena SEG EVOLVE umumnya diikuti oleh tim beranggotakan mahasiswa pascasarjana bidang geosains, teknik, atau bidang terkait. Sementara itu, Team Kenanga mengikuti seluruh rangkaian program dengan lima anggota yang berstatus mahasiswa sarjana.
“Sebagai mahasiswa sarjana, mereka mampu menunjukkan bahwa mereka dapat bekerja dengan standar industri dan tampil di forum internasional,” ujar Anne.

SEG EVOLVE merupakan program pengembangan karier berbasis mentoring yang berlangsung selama enam bulan. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengerjakan proyek berbasis data nyata dan berkolaborasi dengan para profesional industri dari berbagai negara. Lebih dari itu, SEG EVOLVE menekankan pengalaman kerja kolaboratif dengan persoalan yang menyerupai tantangan di industri energi.
Pada jalur Energy Exploration, Team Kenanga mengerjakan evaluasi prospek hidrokarbon menggunakan dataset nyata dari Eugene Island, wilayah di sebelah selatan Teluk Meksiko. Dalam proyek tersebut, mahasiswa mengintegrasikan kajian geologi regional, analisis petrofisika, interpretasi seismik, dan evaluasi ekonomi untuk mencari prospek hidrokarbon.
Selama mengikuti program, Team Kenanga berkolaborasi dengan profesional industri dari berbagai negara. Pertemuan dengan mentor juga dilakukan mengikuti jam kerja Houston sehingga mahasiswa harus menyesuaikan waktu di tengah perbedaan zona waktu Indonesia dan Amerika Serikat.
“Proses ini mengajarkan mereka untuk mengintegrasikan berbagai keahlian dan bekerja sebagai satu tim,” ujar Anne.
Dalam proses pengerjaan proyek, Team Kenanga mendapat dukungan lisensi perangkat lunak dan mentoring dari SLB Indonesia, termasuk dari Ng Bei Berger dan Nine Safira. Tim juga memperoleh dukungan perangkat lunak dari Paleoscan dan RoseRA melalui SEG EVOLVE.
Dukungan tersebut membantu mahasiswa dalam proses analisis dan evaluasi prospek hidrokarbon. Hasil pekerjaan Team Kenanga kemudian dipresentasikan dalam final presentation pada 2 Juni 2026.
Bagi anggota tim, program tersebut tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga mengembangkan kemampuan bekerja lintas disiplin. Sebelum mengikuti SEG EVOLVE, setiap anggota lebih banyak berfokus pada bidang keahlian masing-masing. Selama program, mereka dituntut menggabungkan perspektif geologi dan geofisika dalam satu alur kerja.
“Awalnya kami lebih banyak bekerja berdasarkan bidang masing-masing. Di program ini kami belajar menggabungkan keahlian tersebut menjadi satu alur kerja dan menyampaikan hasilnya dengan standar industri,” ujar Ellysa Dinda Nathasya.

Dorongan bagi SDM Energi Indonesia
Pencapaian Team Kenanga mendapat sambutan positif dari Duta Besar RI untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo. Dalam rilis pers KBRI Washington yang diterima Sabtu (22/8), Indroyono menilai pengalaman mengikuti program seperti SEG EVOLVE penting untuk mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia menghadapi perubahan industri energi.
“Pengalaman seperti SEG EVOLVE sangat penting untuk memperkuat kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi perubahan industri energi. Dunia membutuhkan generasi muda yang menguasai ilmu kebumian, teknologi digital, mampu bekerja lintas disiplin, serta memahami arah transisi energi yang berkelanjutan,” ujar Indroyono.
Menurut Indroyono, pengalaman mahasiswa dalam program tersebut tidak hanya mencakup penguasaan perangkat lunak profesional dan analisis data seismik, tetapi juga pemahaman mengenai proses eksplorasi energi hingga pengambilan keputusan yang mempertimbangkan aspek ilmiah dan bisnis.

Tampil di Panggung Internasional
IMAGE 2026 merupakan konferensi yang diselenggarakan SEG bersama American Association of Petroleum Geologists (AAPG) dan Society for Sedimentary Geology (SEPM). Forum tersebut berlangsung pada 17–20 Agustus 2026 di George R. Brown Convention Center, Houston, Texas, dan mempertemukan komunitas profesional di bidang geosains dan energi dari berbagai negara.
Melalui forum tersebut, Team Kenanga mempresentasikan hasil analisis prospek hidrokarbon yang dikerjakan selama mengikuti SEG EVOLVE kepada komunitas geosains dan energi internasional.
“Ke depan, kami berharap pengalaman ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa FMIPA UI untuk mengikuti program dan forum geosains berskala internasional,” kata Ellysa.
Keikutsertaan Team Kenanga dalam program eksplorasi energi internasional tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam persoalan eksplorasi energi, sekaligus mengembangkan kemampuan bekerja lintas disiplin dalam lingkungan profesional internasional.
Share this:
Other News



