FMIPA UI Dorong Penguatan Pemahaman Keanekaragaman Hayati di Sektor Industri

DEPOK, 8 Mei 2026 — Isu keanekaragaman hayati menjadi salah satu perhatian penting dalam pengelolaan industri berkelanjutan, terutama bagi sektor yang berkaitan dengan kawasan pesisir dan laut. Kebutuhan akan pemahaman ilmiah yang aplikatif mengenai biodiversitas, dampak lingkungan, hingga strategi pengelolaannya mendorong kolaborasi antara dunia akademik dan industri semakin diperlukan.

Sebagai salah satu fakultas sains unggulan di Indonesia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia mengambil bagian dalam upaya tersebut melalui Pelatihan Keanekaragaman Hayati PT Pertamina Patra Niaga Tahun 2026 yang berlangsung pada 27–29 April 2026 di lingkungan UI.

Dalam kegiatan ini, akademisi FMIPA UI hadir sebagai pengisi materi sekaligus pendamping diskusi untuk memperkuat pemahaman peserta mengenai isu keanekaragaman hayati di sektor industri. Pelatihan berlangsung formal namun terbuka, dengan interaksi aktif antara peserta dari pihak industri dan tim akademisi sepanjang kegiatan berlangsung.

Dekan FMIPA UI Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si. menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan yang dapat diterapkan secara nyata dalam menjawab tantangan lingkungan.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi berbasis sains yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri. Melalui pelatihan ini, FMIPA UI berupaya memperkuat sinergi antara akademisi dan sektor industri dalam mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Tito.

Ia menambahkan, isu keanekaragaman hayati saat ini tidak dapat dipisahkan dari aktivitas industri, terutama sektor yang memiliki keterkaitan dengan ekosistem laut dan pesisir. Karena itu, kerja sama antara akademisi dan dunia industri dinilai penting untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif.

Selama tiga hari pelaksanaan, FMIPA UI menghadirkan berbagai materi yang mencakup aspek biodiversitas, pengelolaan lingkungan, hingga dampak operasional industri terhadap ekosistem. Pada sesi Pengantar Keanekaragaman Hayati (1), Dr.rer.nat. Yasman, M.Sc. membahas sejarah, definisi, komponen, dan tingkatan biodiversitas, termasuk biodiversitas laut Indonesia sebagai hotspot biodiversitas dunia, coral triangle, ancaman, dan upaya konservasi.

Materi Pengantar Keanekaragaman Hayati (2) mengenai pengenalan mamalia laut disampaikan oleh Mujiyanto, S.St.Pi., M.Si. (BRIN) yang memaparkan ancaman terhadap mamalia laut dan langkah perlindungannya. Sementara itu, sesi Pengantar Keanekaragaman Hayati (3) mengenai metode pengukuran keanekaragaman flora dan fauna dibawakan oleh Dr. (Cand.) Afiatry Putrika, M.Si..

Topik pengelolaan dan perlindungan keanekaragaman hayati dipaparkan oleh Prof. Dr.rer.nat. Mufti Petala Patria, M.Sc.. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan biodiversitas dalam praktik industri yang berkelanjutan.

FMIPA UI juga menghadirkan materi terkait dampak operasional kilang terhadap lingkungan yang mencakup pencemaran air, udara, dan tanah, potensi dampak terhadap ekosistem, flora dan fauna, hingga fenomena Harmful Algal Blooms (HAB) dan pentingnya monitoring lingkungan laut.

Materi tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Dra. Noverita Dian Takarina, M.Sc., Dr. Riani Widiarti, M.Si., dan Dr. Muhamad Frendy Setyawan, S.Si., M.Ked.Trop.. Ketiganya juga menjelaskan dampak operasional kilang terhadap sistem biologis manusia.

Selain itu, sesi Potensi Bahaya Biota Laut terhadap Kilang kembali dibawakan oleh Dr.rer.nat. Yasman, M.Sc. dengan pembahasan mengenai konsep dasar biofouling, komunitas macrofouling, Microbially Influenced Corrosion (MIC), gas biogenik, metabolit beracun, serta dampak ekonomi dan operasionalnya.

Aspek hukum dan kebijakan lingkungan turut menjadi bagian dalam pelatihan melalui materi yang disampaikan Prof. Dr. M. R. Andri Gunawan Wibisana, S.H., LL.M. (Fakultas Hukum UI) mengenai kebijakan lingkungan perusahaan, regulasi lingkungan hidup di Indonesia, standar pengelolaan lingkungan industri, dan komitmen keberlanjutan perusahaan.

Sementara itu, Dr. Windri Handayani, M.Si. memberikan materi terkait kesadaran keselamatan lingkungan bagi pekerja lepas pantai dan kelautan.

Tidak hanya berupa penyampaian materi, pelatihan juga dilengkapi dengan praktikum pengamatan lapangan dan pengambilan data yang mencakup teknik sampling dan pengamatan mikroalga, monitoring kesehatan terumbu karang, analisis vegetasi, serta pengamatan avifauna.

Praktikum tersebut didampingi oleh tim akademisi dan praktikum FMIPA UI yang terdiri atas Dr. Riani Widiarti, M.Si., Dr. Dra. Dian Hendrayanti, M.Sc., Deti Purwanti, S.Si., dan Yunan Helmi Izzulhaq, S.Si..

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi pengolahan data dan presentasi hasil pengamatan lapangan. Melalui pelatihan ini, FMIPA UI memperluas kontribusinya dalam pengembangan solusi berbasis sains untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan industri di Indonesia.

Share this:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Other News