|
Depok, 2 September 2026 — Sebanyak 20 mahasiswa dari delapan universitas anggota Asian Universities Alliance (AUA) mengikuti AUA Asia Deep Dive Program (ADDP) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Para peserta berasal dari Korea Selatan, Jepang, Myanmar, Tiongkok, Singapura, Sri Lanka, Thailand, dan Indonesia.
Rangkaian kegiatan ADDP 2026 berlangsung dalam dua tahap, yakni pembelajaran daring pada 20–24 Juli 2026 dan kegiatan luring pada 9–16 Agustus 2026 di Depok, Bogor, dan Bandung. Program tersebut memadukan pembelajaran akademik dengan eksplorasi sains, sejarah, dan budaya Indonesia.
Mewakili pimpinan FMIPA UI, Manajer Ekosistem Riset dan Hilirisasi Sains Berdampak Zico Alaia Akbar Junior mengatakan FMIPA UI terbuka terhadap penyelenggaraan kegiatan AUA dan mendorong peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengeksplorasi berbagai pengetahuan dan pengalaman selama berada di Indonesia.
“FMIPA UI sangat menyambut baik kegiatan AUA ini. Silakan manfaatkan kesempatan selama mengikuti program, terutama ketika turun langsung ke lapangan. Eksplorasi sebanyak mungkin, karena pengalaman di lapangan akan memberikan perspektif yang berbeda dari pembelajaran di kelas,” ujar Zico.
Pada tahap daring, peserta mengikuti rangkaian kuliah yang menghadirkan dosen dan akademisi Universitas Indonesia. Materi yang diberikan tidak hanya mencakup geologi dan geofisika, tetapi juga biologi dan keanekaragaman hayati serta hubungan antara manusia, lingkungan, dan budaya.
Materi Biology and Biodiversity disampaikan Dr. rer. nat. Yasman, S.Si., M.Sc., sedangkan materi Ethnobiology disampaikan Dr. Dra. Ratna Yuniati, M.Si. Peserta juga mempelajari geosains, tektonik dan gunung api, seismologi, serta budaya dan sejarah Indonesia.
Tim pengajar yang terlibat dalam program tersebut antara lain Iskandarsyah, M.Si., Dr. Reza Syahputra, S.T., M.Si., Siti Fatimah, M.Sc., Anne Meylani Magdalena Sirait, S.Si., M.Si., Ph.D., dan Dr. Chaidir Ashari, M.Hum. Para pengajar tersebut berasal dari Program Studi Geologi dan Program Studi Geofisika FMIPA UI.

Keberagaman materi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal Indonesia melalui berbagai perspektif keilmuan. Peserta tidak hanya mempelajari karakteristik alam dan lingkungan Indonesia, tetapi juga keterkaitannya dengan masyarakat dan kebudayaan.
Setelah mengikuti pembelajaran daring, peserta melanjutkan program melalui kegiatan luring di Depok, Bogor, dan Bandung pada 9–16 Agustus 2026. Kegiatan lapangan menjadi kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan materi akademik dengan kondisi nyata yang mereka temui secara langsung.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Kebun Raya Bogor. Di lokasi tersebut, peserta diperkenalkan pada kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia serta pentingnya konservasi dan penelitian botani. Mereka juga mengunjungi Observatorium Bosscha untuk mengenal perkembangan penelitian astronomi dan pendidikan sains di Indonesia.
Materi mengenai tektonik, gunung api, dan seismologi diperdalam melalui kunjungan ke Sesar Lembang di kawasan Gunung Batu. Peserta mengamati kondisi geologi secara langsung dan mempelajari dinamika geologi serta aktivitas sesar yang membentuk bentang alam di sekitarnya.
Selain bidang sains, ADDP 2026 memperkenalkan sejarah Indonesia melalui kunjungan ke Museum Geologi dan Museum Konferensi Asia Afrika. Museum Geologi memberikan wawasan mengenai sejarah geologi, sumber daya alam, dan perkembangan ilmu kebumian di Indonesia. Sementara itu, Museum Konferensi Asia Afrika memperkenalkan sejarah hubungan negara-negara Asia dan Afrika serta peran Indonesia dalam membangun kerja sama kawasan.

Aspek budaya diperkenalkan melalui kunjungan ke Saung Angklung Udjo. Peserta mengenal kesenian angklung sebagai bagian dari warisan budaya Sunda sekaligus menyaksikan pertunjukan seni tradisional. Pengalaman tersebut dilengkapi dengan pengenalan kuliner lokal sebagai bagian dari pembelajaran mengenai kehidupan dan budaya masyarakat Indonesia.
Perpaduan pembelajaran lintas disiplin, kegiatan lapangan, pengalaman budaya, dan interaksi antarmahasiswa dari delapan negara menjadikan ADDP 2026 sebagai pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Program tersebut juga mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk membangun jejaring dan memahami keberagaman di kawasan Asia.
Penyelenggaraan ADDP 2026 menjadi bagian dari upaya Asian Universities Alliance memperkuat pertukaran akademik dan pemahaman lintas budaya di antara universitas anggotanya. Interaksi antarmahasiswa dalam program tersebut turut membuka peluang kolaborasi akademik dan membangun jejaring generasi muda di kawasan Asia.
Share this:
Other News



