|
Depok, 1 September 2026 — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI) mendorong pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga melalui pengembangan minuman kesehatan berbasis herbal dan fermentasi. Program tersebut diwujudkan Departemen Biologi FMIPA UI melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Kedung Waringin, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Ekonomi Kreatif Ibu Rumah Tangga melalui Inovasi Minuman Kesehatan Berbasis Herbal dan Fermentasi” berlangsung di Aula Masjid Al Hikmah, Sabtu (25/7/2026). Sebanyak 39 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kader Posyandu, dan anggota majelis taklim Masjid Al Hikmah mengikuti pelatihan tersebut.
Kelurahan Kedung Waringin dipilih karena karakteristik komunitas masyarakat di wilayah tersebut sesuai dengan sasaran program, khususnya untuk kegiatan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan herbal menjadi produk minuman. Selain itu, lokasi yang relatif dekat dengan UI membuka peluang keberlanjutan program melalui kegiatan pendampingan atau pengabdian kepada masyarakat pada tahun berikutnya.
Program ini dilatarbelakangi meningkatnya minat masyarakat terhadap pola hidup sehat sekaligus masih besarnya potensi pemberdayaan ibu rumah tangga di Kedung Waringin. Tim pengabdian Departemen Biologi FMIPA UI kemudian memperkenalkan inovasi minuman kombinasi kombucha dan herbal yang dapat dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ratna Yuniati, mengatakan pelatihan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan peserta mengenai minuman kesehatan, tetapi juga memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri.
“Kami berharap para peserta tidak hanya memahami manfaat minuman berbasis herbal dan fermentasi, tetapi juga mampu membuatnya secara mandiri di rumah. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh, keterampilan ini diharapkan dapat berkembang menjadi peluang usaha yang dapat menambah pendapatan keluarga,” ujar Dr. Ratna.

Dalam pelatihan tersebut, Drs. Iman Santoso, M.Phil. sebagai narasumber memberikan pemahaman mengenai konsep minuman kesehatan, pemanfaatan tanaman herbal, teknik pembuatan kombucha, hingga peluang pengembangan produk sebagai minuman bernilai tambah.
Peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis. Mereka juga mengikuti praktik pembuatan kombucha dan minuman herbal berbahan alami. Tahapan yang dipelajari meliputi penyiapan bahan hingga proses fermentasi.
Iman mengatakan, kombinasi kombucha dan bahan herbal memiliki fleksibilitas untuk dikembangkan sesuai kebutuhan dan selera masyarakat. Sejumlah bahan seperti jahe, kunyit, dan asam jawa dapat dipadukan dengan kombucha. Jenis teh dan pemanis yang digunakan juga dapat disesuaikan.
“Minuman kombinasi kombucha dan herbal ini mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan selera masyarakat. Berbagai tanaman herbal seperti jahe, kunyit, atau asam jawa dapat dipadukan dengan kombucha, begitu pula jenis teh dan pemanis yang digunakan. Karena itu, produk ini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi minuman kesehatan sekaligus produk usaha rumahan,” ujar Drs. Iman.
Salah seorang peserta, Ibu Harti, mengatakan pelatihan tersebut memberinya keterampilan praktis dalam mengolah kombucha sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan minuman tersebut sebagai produk usaha.

“Pelatihan ini memberi saya keterampilan baru, terutama dalam membuat dan mengolah kombucha. Selain bisa dipraktikkan untuk kebutuhan keluarga, saya juga melihat ada peluang untuk mengembangkan minuman ini menjadi usaha yang bisa menambah penghasilan,” ujar Harti.
Peserta lainnya, Ibu Ade, mengatakan pelatihan tersebut membuatnya lebih memahami proses pembuatan kombucha dan cara mengembangkan cita rasanya. Ia sebelumnya mengenal kombucha dari anaknya, tetapi belum mengetahui cara membuat maupun menyesuaikan resepnya.
“Selama ini saya hanya tahu kombucha karena anak saya sering membawanya, tetapi belum pernah membuat sendiri. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi tahu proses pembuatannya dan ternyata resepnya bisa disesuaikan dengan selera. Jadi, sekarang saya lebih berani mencoba membuat dan mengkreasikannya sendiri,” ujar Ade.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim pengabdi yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa Departemen Biologi FMIPA UI. Tim dosen terdiri atas Dr. Ratna Yuniati, Tety Maryenti, Ph.D., Dr. Oriza Savitri Ariantie, Dr. Upi Chairun Nisa, Dr. rer.nat. Yasman, M.Sc., Dr. Windri Handayani, Dr. Retno Lestari, dan Niarsi Merry Hemelda, Ph.D.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat Departemen Biologi FMIPA UI dan didanai Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi (DPIS) UI melalui Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Kompetitif Tahun 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Departemen Biologi FMIPA UI berupaya menerapkan pengetahuan dan keterampilan sains untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kedekatan wilayah Kedung Waringin dengan UI juga menjadi salah satu pertimbangan untuk membuka peluang keberlanjutan program pada tahun-tahun berikutnya.
Share this:
Other News



