FMIPA UI Kirim Enam Dosen Pimpin Tim Ekspedisi Patriot 2026, Bawa Riset Sains Berdampak untuk Perkuat Kawasan Transmigrasi

Depok, 7 Agustus 2026 – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) kembali menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan nasional melalui penguatan peran sains dan teknologi. Sebanyak enam dosen FMIPA UI dipercaya menjadi ketua Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia untuk mendukung transformasi kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keenam dosen tersebut adalah Prof. Dr. Dewi Susiloningtyas, S.Si., M.Si. (Geografi); Prof. Dr. rer. nat. Mufti Petala Patria, M.Sc. (Biologi); Dr. Mega Atria, S.Si., M.Si. (Biologi); Dr. Dian Hendrayanti, M.Sc. (Biologi); Dr. Tjiong Giok Pin, S.Si., M.Si. (Geografi); serta Dr. Hafid Setiadi, S.Si., M.T. (Geografi). Mereka memimpin enam tim riset dan pendampingan di kawasan transmigrasi prioritas di Papua Barat dan Kalimantan Barat. Secara keseluruhan, keenam tim tersebut beranggotakan 75 orang yang terdiri atas mahasiswa dan alumni FMIPA UI, sivitas akademika lintas fakultas di Universitas Indonesia, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra Ekspedisi Patriot.

Kepercayaan tersebut diperoleh melalui proses seleksi ketat yang mempertimbangkan kualitas proposal, rekam jejak penelitian, publikasi ilmiah, serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan pembangunan di 53 kawasan transmigrasi prioritas.

Selama masa penugasan pada Agustus hingga Desember 2026, Tim Ekspedisi Patriot akan melakukan riset, pemetaan potensi kawasan, pendampingan masyarakat, penerapan inovasi berbasis sains dan teknologi, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kontribusi FMIPA UI mencakup beragam tema strategis. Dr. Mega Atria memimpin riset hilirisasi dan industrialisasi melalui pengembangan komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK), sedangkan Dr. Dian Hendrayanti mengusung penguatan kapasitas produksi sagu, pala, dan pisang untuk membangun kemandirian masyarakat di Werianggi–Werabur, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Di kawasan yang sama, Prof. Mufti Petala Patria mengembangkan model peternakan sapi berbasis lingkungan melalui integrasi pakan, pengelolaan limbah, dan penguatan kelembagaan kelompok.

Sementara itu, Prof. Dewi Susiloningtyas mengembangkan model manajemen logistik berbasis potensi kawasan untuk memperkuat konektivitas melalui Pelabuhan Windesi di Kabupaten Teluk Wondama. Dr. Hafid Setiadi memimpin program pemberdayaan ekonomi produktif melalui optimalisasi lahan pekarangan berbasis kesepakatan sosial di Gerbang Mas Perkasa, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Adapun Dr. Tjiong Giok Pin mengembangkan model ekowisata terpadu berkelanjutan berbasis lanskap dan kearifan lokal di kawasan transmigrasi perbatasan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Sebelum diterjunkan ke lokasi penugasan, seluruh peserta mengikuti pembekalan nasional yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta, pada 29–30 Juli 2026. Sebelumnya, tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia juga telah dilepas oleh Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU., pada Jumat (24/7) di Kampus UI Depok. Sebanyak 150 sivitas akademika UI tergabung dalam program tersebut sebelum diberangkatkan secara bertahap mulai 31 Juli hingga pekan pertama Agustus 2026.

Dekan FMIPA UI, Prof. Dr. Tito Latif Indra, M.Si., mengatakan keikutsertaan enam dosen sebagai ketua tim mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas FMIPA UI dalam menghadirkan solusi berbasis sains bagi pembangunan nasional. Menurutnya, kekuatan FMIPA UI tidak hanya terletak pada riset dasar yang unggul, tetapi juga pada kemampuan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu menjadi inovasi yang aplikatif dan berdampak.

“Inilah wujud komitmen FMIPA UI untuk menghadirkan sains yang berdampak, memperkuat kolaborasi multidisiplin, serta mendukung pembangunan kawasan transmigrasi yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan,” kata Prof. Tito.

Ia menambahkan, Program Ekspedisi Patriot menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi lintas disiplin dan lintas perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi yang komprehensif.

“Kami mendukung penuh semangat kolaborasi lintas fakultas, lintas disiplin, dan lintas perguruan tinggi yang menjadi ruh Program Ekspedisi Patriot. Persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu bidang ilmu saja. Melalui kolaborasi ini, FMIPA UI hadir membawa kekuatan sains untuk bekerja bersama berbagai keahlian lain dalam menghasilkan solusi yang nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Program Ekspedisi Patriot merupakan inisiatif Kementerian Transmigrasi yang melibatkan mahasiswa, akademisi, dan peneliti dari 10 perguruan tinggi mitra. Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan 53 lokasi penugasan tahun ini merupakan bagian dari 154 kawasan transmigrasi prioritas yang telah dipetakan sejak Ekspedisi Patriot 2025.

“Yang membedakan tahun lalu dengan tahun ini adalah tidak hanya riset dan pemetaan potensi ekonomi, tetapi mereka juga melakukan aksi nyata,” ujar Iftitah.

Melalui riset dan pendampingan yang dilakukan selama masa penugasan, enam tim yang dipimpin dosen FMIPA UI diharapkan menghasilkan solusi berbasis sains yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat transformasi kawasan transmigrasi secara berkelanjutan.

Share this:

Facebook
X
LinkedIn
WhatsApp
Email
Tumblr
Telegram
Print

Other News